20 Siswa SD Negeri 103 Manado Belum Terdaftar Dalam Dapodok

20 Siswa SD Negeri 103 Belum Terdaftar Dalam Dapodik

PROSULUT.COM, MANADO – Sedikitnya ada 20 siswa di Sekolah Dasar (SD) Negeri 103 Manado yang belum terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik). Imbasnya, jika tidak segera diselesaikan kondisi tersebut dapat mempengaruhi sekolah saat menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan tunjangan guru.

Kepala SD Negeri 103, Inge Poermadi mengatakan, salah satu penyebab tidak terakomodirnya siswa dalam Dapodik karena sekolah asal tidak mengeluarkan data anak didik untuk diserahkan ke sekolah yang baru.

Menurut Inge, masalah seperti itu sebenarnya sudah kerap terjadi namun terkendala lantaran minimnya komunikasi. Padahal kata dia, semua sekolah telah mengetahui kejadian itu termasuk solusinya.

“Kendala lainnya karena data – data administrasi siswa tidak lengkap atau tidak dilengkapi oleh orang tua, meski telah berulang – ulang disampaikan. Akibatnya yang rugi adalah siswa yang bersangkutan dan sekolah,” ujar Inge kepada Prosulut.com, Kamis (09/11/2023).

Sebab yang terpenting tambah Inge, adalah keabsahan kepindahan siswa. Namun karena syarat yang ditetapkan tidak dilengkapi, nasib siswa menjadi terkatung – katung.

Di sisi lain, Inge mencontohkan kasus lain dimana ada beberapa siswanya yang duduk di kelas satu, terpaksa tidak dimasukkan dalam daftar dapodik lantaran belum cukup umur.

“Memang siswanya pintar. Namun sekolah tidak mau melawan aturan. Tapi sebagai solusinya, sekolah akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Manado. Selain itu sekolah juga masih menunggu keterangan dokter,” katanya.

Dalam perbincangan itu Inge juga mengatakan kalau sekolahnya ketambahan enam guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Inge menambahkan kalau keenam guru itu telah cukup lama mengabdi di SD Negeri 103.

“Dari keenam guru, dua diantaranya telah dipindahkan ke sekolah lain. Jadi yang ada di SD 103 tinggal empat. Saya berharap dengan ketambahan empat guru dengan status PPPK, Kegiatan Belajar Mengajar (KMB) akan semakin baik serta berkualitas,” jelas Inge. (jeting)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *