Benahi SDN 38, Kepsek Veronika Moningka Berdayakan Semua Potensi Sesuai Tupoksi

MANADO,PROSULUT.COM – Sekolah Dasar Negeri 38 Manado terus melakukan perubahan menuju sekolah yang berkualitas dengan lingkungan yang mendukung terciptanya Kegiatan Belajar Mengajar yang aman dan nyaman. Terlebih setelah pimpinan yang baru, tentu kreativitas dan inovasi inovasi baru diwujudnyatakan demi kemajuan institusi penbdidikan.

Lihat saja, begitu dipercayakan memimpin SDN 38 Manado, Kepsek Veronica Moningka langsung tancap gas melakukan pembenahan di semua lini. Dimulai dari pembenahan lingkungan sekolah, perbaikan ruang kelas yang terbengkalai, penataan ruangan kelas, perbaikan sarana dan prasarana.

“Ada tiga ruangan yang tadinya tidak terpakai karena memang atap bocor sehingga saat turun hujan kebanjiran.
Tetapi sekarang sudah bisa digunakan lagi meskipun belum sempurna,” kata Veronika.

Mantan guru SD Inpres Mapanget Barat ini memaparkan, banyak hal yang perlu dibenahi tetapi dilakukan bertahap karena butuh biaya yang tidak sedikit. Termasuk tiang bendera yang sudah roboh karena bagian bawah sudah keropos, kini sudah berdiri tegak lagi.

Begitu juga dengan penataan halaman sekolah semakin baik, tembok sekolah sudah dicat sehingga menambah semarak dan indah lingkungan SDN 38.

Namun yang jauh lebih penting adalah upaya peningkatan mutu tenaga pengajar yang pada akhirnya akan melahirkan anak didik yang berkualitas, cerdas dan memiliki budi pekerti yang baik. “Kami ingin melahirkan anak didik yang cerdas dan berkarakter baik,” ujar Veronika lagi.

Terkait Implementasi Kurikulum Merdeka, sudah diterapkan kepada guru-guru guna peningkatan mutu belajar. “Kami memilih merdeka berbagi, karena semua memang harus ke tahap itu, makanya dicoba semampu mungkin,” katanya meyakinkan.

Guna menciptakan suasana kerja yang kondusiv, Veronika memberdayakan semua potensi yang ada sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kalau sebagai guru biarlah dia focus mengajar di kelas, sebagai operatror menjalankan tugasnya dengan baik, juga sebagai bendahara mengelolah dengan baik sumber daya dan dana yang ada.

“Kepsek tidak pegang uang. Semua ditangani oleh bendahara karena itu memang Tupoksinya. Kalau Kepsek pegang uang itu tidak benar karena
tidak sesuai Tupoksi,” kata Kepsek yang baru mengikuti Cakep pada Desember 2021 lalu.

Veronika melanjutkan, saat ini SDN 38 memiliki 132 anak didik sesuai Dapodik tahun 2022. Jumlah ini sudah lumayan karena di kecamatan Wanea banyak sekali SD terutama di sekitar SDN 38.

“Kalau tadinya kelas 1 hanya dibawah 20 murid, maka pada tahun 2022 ini sudah mencapai 24 anak didik. Ada peningkatan sedikit, apalagi program keluarga bwrencana dari pemerintah sudah berhasil. Akibatnya semakin sedikit anak usia sekolah dasar,” ungkapnya. (meldi sahensolar)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *