Cetak Calon Pemimpin Masa Depan, SD 20 Kaiwatu Terapkan Disiplin Ketat

MANADO, PROSULUT.Com-  Sejak dipimpin Kepala Sekolah Johana Rampi, SDN 20 Kaiuwatu Manado terus mengalami kemajuan yang sangat signifikan, terutama soal penerapan disiplin yang cukup ketat oleh pihak sekolah. Jika murid terlambat saat ada upacara bendera, dilarang masuk selama upacara berlangsung.

Begitu juga saat murid pulang, orang tua wajib mengambil langsung di dalam sekolah, bukan dari luar pagar untuk memastikan bahwa anak didik betul betul sudah dijempur oleh pihak keluarga. “Saya tidak mau sekolah ini dicap abal-abal, tetapi betul-betul dapat diandalkan untuk mendidik anak-anak bangsa menjadi calon pemimpin masa depan,” tegas Rampi.

Dikatakan, ia sangat yakin jika sekolah ini menerapkan disiplin yang baik maka 20 tahun kemudian akan mucnul pemipin-pemimpin di Kota Manado yang dapat diandalkan. “Saya yakin dari SD 20 Kaiuwatu akan muncul anak-anak cerdas yang nantinya menjadi pemimopin masa depan,” ujar Rampi yang belum lama ini dipercayakan menjadi kepala sekolah.

Kepsek energik dan murah senyum ini memaparkan, meskipun SD 20 Kaiuwatu berada di lokasi pemukiman dan agak jauh dari keramaian, satu saat akan berbicara banyak jika disiplin diterapkan secara konsekuen.

Anak-anak yang belum tuntas dalam mata pelajaran diberikan kesempatan untuk menuntaskan meskipun sudah di luar jam belajar yang ditentukan.  “Meskipun orang tua sudah menunggu, tetapi anak-anak harus tuntas mata pelajaran hari itu juga. Kami ingin menggembleng anak anak didik untuk disiplin waktu dan disiplin dalam belajar serta memiliki karakter yang baik,” ungkapnya dengan nada serius.

Mantan guru SD 20 Kaiuwatu yang dipercayakan menjadi Kepsek  ini betul-betul berjuang keras memajukan sekolah yang dipimpinnya. Para guru digembleng untuk disiplin dalam mengajar, sopan dalam bertutur kata serta memiliki karakter yang dapat diteladai oleh anak didik.

“Setiap hari saya control pelaksanaan KBM di tiap-tiap kelas untuk memastikan bahwa baik guru maupun anak didik selalu disiplin dan serius dalam kegiatan belajar mengajar,” jelas Rampi lagi.

Terkait pengelolaan dana BOS, Rampi selalu transoparan kepada guru-guru mulai uang yang masuk atau pembelanjaan. “Saya tidak mau ambil resiko dengan dana yang tidak seberapa. Sekecil apapun yang dibelanjakan harus dilaporkan secara berkala kepada guru-guru,” katanya seraya menambahkan, ia selalu melaporkan apa adanya tanpa adanya rekayasa biar semuanya aman. (meldi sahensolar) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *