FDS Bakal Diterapkan, Dikbud Tunggu Laporan Peserta Study Tiru di  Surabaya, Malang dan Yogjakarta

Kabid Pembinaan SD Dikbud Manado Triana Almas

MANADO,Prosulut.com – Penerapan Full Day School (FDS) yang digagas Walikota Manado, Andrey Angouw beberapa waktu yang lalu bakal diwujudkan di tahun 2023. Bahkan sebelumnya rombongan kepala sekolah SD dan SMP serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang masih dijabat Deysi Lumowa, MPd sempat melakukan studi tiru di Surabaya, Yogjakarta dan Malang.

Hanya saja hingga kini gaungnya mulai meredup, seiring dengan pergantian pimpinan baru di lingkungan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Manado karena Lumowa memasuki masa pensiun dan Sekdis Steven Tumiwa dipercayakan oleh walikota sebagai Plt Kadis Dikbud.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Triana Almas ketika diminta tanggapan Kamis 12/01-2023 di ruang kerjanya mengatakan, yang namanya program dari walikota dan wakil walikota itu wajib hukumnya untuk dijalankan  meskipun telah terjadi pergantian pimpinan. “Program FDS tetap akan dijalankan di tahun ini. Namun sebelumnya kami meminta peserta study tiru memberikan laporan tertulis hasil mereka seperti apa agar bisa segera diterapkan,” kata Triana Almas.

Dikatakan, dalam rapat perdana awal tahun pihaknya sudah menyampaikan secara terbuka bahwa peserta study tiru harus memasukkan laporan tertulis tentang hasil kunjungan agar bisa diketahui seperti apa yang boleh dilaksanakan di Kota Manado.

“Kami tinggal menunggu laporan dari peserta study tiru,” ungkap Triana Almas meyakinkan.

Korwas Ventje Lengkong yang ikut rombongan study tiru akhir tahun 2022 lalu memaparkan, banyak hal positif yang diambil dari study tiru yang dilakukan. Lebih tepatnya yang dilakkan mereka bukan full day school, tetapi mereka menerapkan eschool atau ekstra kurikuler.

Kegiatan tersebut dilakukan setelah jam pelajaran usai sehingga mendapat dukungan sepenuhnya dari orang tua dan Pemerintah setempat. Buktinya mereka punya Dana BOS Daserah (Bosda) guna menunjang berbagai kegiatan di sekolah termasuk fasilitas pendukung.

Dikatakan, para siswa diberikan kebebasan untuk memilih kegiatan apa yang akan diikuti untuk eschool sesuai dengan bakal dan kemampuan yang dimiliki. Tetapi yang menarik disana adalah para siswa dilatih untuk mandiri dalam melaksanakan  tugas sehari-hari.

Misalnya budaya antri, budaya bersih-bersih di rumah, memasak yang ringan-ringan, mencuci pakaian dan pekerjaan rumah lainnya.

Nah di sekolah guru memberikan tugas untuk mengerjakan tugas rutin di rumah tetapi wajib divedeokan. Video itulah yang diberikan kepada guru sehingga begitu mereka masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sudah mandiri. “Banyak hal yang bisa kita terapkan di Manado dari hasil study tiru, tentu disesuikan dengan kondisi di daerah,” ujar Lengkong meyakinkan. (meldi sahensolar)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *