Hadiri Pisah Sambut SMPN 10, Steven Tumiwa Ingatkan Bertindak Tegas Bukan Berarti Melakukan Kekerasan

Serah terima jabatan kepala Kepsek SMPN 10 Manado dari Mintje Watuseke kepada Margareth Mononimbar.

MANADO,PROSULUT.com – Pasca pelantikan Kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Kota Manado bersama sejumlah kepala sekolah SD dan SMP beberapa waktu yang lalu, serah terima jabatan dan pisah sambut berlangsung di SMPN 8 dan SMPN 10 Manado secara berturut turut.

Pada Kamis 12 Januari 2023, dilakukan serah terima jabatan kepala SMPN 8 Manado dari Nayoan kepada penggantinya Mintje Watuseke . Sementara Jumat 13 Januari, dilakukan serahterima jabatan Kepsek SMPN 10 Manado dari Mintje Watuseke kepada Margareth Mononimbar.

Kedua acara serah terima tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan  Kota Manado, Steven Tumiwa bersama Kabid Pembinaan SMP Grace Sondakh MPd berserta jajarannya.

Kadis Steven Tumiwa  ketika membawakan sambutan merangkum sambutan yang disampaikan oleh Watuseke dan Mononimbar.  “Sebagai Kepsek tidak boleh hanya menjadi pimpinan tetapi mampu sebagai pemimpin. Kalau mengaku pimpinan tetapi tidak bisa mengelolah sekolah dengan baik dan merangkul para guru dan pegawai yang ada, maka dia gagal sebagai pemimpin,” ujar Steven.

Menurutnya, pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kemampuan dalam memimpin. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemimpin adalah seseorang yang mampu memimpin kelompok dengan memengaruhi orang lain tanpa mengindahkan bentuk dan alasannya.

Dikatakan, menjadi pemimpin  harus tegas, tetapi tidak boleh melakukan kekerasan. Artinya, tegas itu penting tetapi tentu harus dilakkan dengan bijak sehingga seorang kepala sekolah akan mendapat dukungan dari para guru-guru dalam rangka mencerdaskan anak bangsa serta meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 10 Manado.

Steven juga mengingatkan bahwa apapun yang terjadi di sekolah, Kepsek yang bertanggungjawab. Untuk itu, semua keputusan ada di tangan kepsek, bukan guru-guru. “Memberikan masukan sangat boleh bahkan dianjurkan tetapi keputrusan ada di tangan kepala sekolah karena dialah yang bertanggungjawab,” katanya.

Kadis berharap, meskipun Kepsek yang baru belum punya pengalaman sebagai kepala sekolah, tetapi baru sebagai wakil Kepsek bidang kesiswaan dan kurikulum di SMPN 8 Manado, Monimbar diyakini mampu menjalankan tugasnya di SMPN 10 Manado dengan jumlah siswa sekitar 1034 orang.

Dalam berita acara serahterima diungkapkan bahwa segala sesuatu yang terjadai sebelum tanggal 13 Januari merupakan tanggungjawab kepala sekolah yang lama yaitu Mintje Watuseke. Namun segala sesuatu yang terjadi diatas tanggal 13 Januari 2023 menjadi tangungjawab kepala sekolah yang baru, yakni Margaret Mononimbar. (meldi sahensolar)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *