Luar Biasa, SMAN 9 Manado Terakreditasi A Unggul

Meidy Tungkagi.

MANADO,PROSULUT.Com – Ribut ribut masalah akreditas kadaluarsa pada puluhan SMA dan SMK baik swasta maupun negeri di Sulut, SMAN 9 Manado justru tenang tenang saja.

Betapa tidak, SMAN favorit di Sulut yang banyak diburu ini sudah terakreditasi oleh lembaga akreditas nasional. Bahkan SMAN 9 Manado terakreditas A Unggul.

Kepala SMAN 9 Manado Meidy Tungkagi ketika ditemui wartawan tidak menggelak kalau sekolah yang dipimpinnya sudah teakreditasi alias tidak kadaluarsa. “Kami tidak suka publikasi tetapi karena ditanya memang benar SMAN 9 mendapat nilai A Unggul,” kata Kepsek Meidy Tungkagi.

Dikatakan, capaian ini bukan saja usahanya sendiri tetapi berkat kerjasama yang baik dari jajarannya sehingga bisa mendapat nilai tertinggi. “Ini berkat kerjasama tim. Saya tidak bisa kerja sendiri tanpa.bntuan orang orang hebat di sekitar saya,” kata Ketua MKKS SMA se Sulut ini ini dengan nada merendah.

Lebih jauh dikatakan, akreditas itu sangat penting karena.mneyangkut status sekolah dan sangat berpengaruh pada penerimaan siswa baru dan lulusan yang akan mendaftar di peguruan tinggi. “Saya mengurus akreditasi pada.jaman hebat hebatnya Pandemi.Covid 19. Namun dengan menerapkan protokol kesesehatan yang ketat, pengurusan akreditas bisa selesai dan memberikan hasil yang memuaskan,” ujar Tungkagi.

Kepsek yang selalu akrab dengannya gan kalangan pers ini mengatakan, pihaknya selalu kewalahan memberikan pelayanan bagi anak didik karena jumlahnya yang sangat besar. Bayangkan saja harus mengurus 2000 an siswa yang kini mengeyam pendidikan di SMAN 9.

“Setiap tahun pendaftar membludak bahkan mencapai 2000 orang tetapi kuota yang tersedia amat terbatas. Makanya kami bermohon le Diknas untuk diberikan dispensasi soal kuota,” ujar Tungkagi lagi.

Saat ini SMAN 9 memiliki 59 Rombongan Belajar dengan jumlah tenaga pendidik sekitar 100an orang. “Kami justru menghimbau agar tidak semua harus berebut masuk SMAN 9 karena masih banyak sekolah negeri lainnya yang sama kualutasnya. Semua SMA sama karena kurikulum sama dan guru guru juga profesional,” tukasnya. (Meldi S)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *