Luluskan Siswa 10 Rombel, PPDB SMPN 2 Manado Berjalan Lancar Sesuai Harapan

Kepsek SMPN 2 Manado, Meytha Wongkar.

Luluskan Siswa 10 Rombel, Wongkar:  PPDB SMPN  2 Manado Berjalan Aman dan Lancar Sesuai Harapan

MANADO, PROSULUT.Com – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD  dan SMP se Kota Manado masih sedang berlangsung, baik secara online maupun manual.

SMPN 2 Manado dibawah pimpinan Kepsek Meyta Wongkar, SPd, MPd masih membuka kesempatan kepada lulusan SD yang berada di zonasi  untuk segera mendaftar.

“Sejak dibuka hingga kini, PPDB  SMPN 2 berjalan aman dan  lancar. Mereka yang mendaftar sesuai dengan zonasi. Kami tidak mengambil calon siswa di luar zonasi,” kata Kepsek SMPN 2 Manado Meyta Wongkar, di ruang kerjanya, Senin 3 Juli 1023.

Dikatakan, tahun 2023 ini pihaknya meluluskaN 300 lebih Siswa KELAS 9 atau 10 Rombel. Sementara PPDB tahun ajaran 2023/2024 berjalan sesuai harapan. Bahkan semuanya berjalan lancar.

“Dengan posisi yang ada sekarang ini SMPN 2 sudah bersyukur dan proses KBM akan berjalan lancar karena  kuota yang tersedia bisa terisi serta kapasitas ruang kelas sangat memadai,” ungkap Wongkar.

Mantan Wakil Kepala Sekolah yang  kemudian dipercayakan menjadi Kepsek menggantikan Steven Tumiwa yang kini Plt. Kadis Dikbud Manado ini mengatakan, maksimal satu Rombel 32 siswa. Selebihnya diragukan kualitasnya karena guru sehebat apapun tak akan mampu menguasai ruang kelas yang dihuni  40 anak didik.

“Kualitas dan kuantitas akan seimbang jika kapasitas ruangan kelas maksimal diisi 32 siswa. Selebihnya jangan harap” katanya meyakinkan.

Wongkar menjelaskan, zonasi SMPN 2 tidak seluas beberapa waktu yang lalu. Dahulu Wawonasa masih masuk zonasi SMPN 2,

 Sehingga siswa membludak. Namun sekarang sudah menjadI ZOBSSI SMPN 1 Manado.

Sementara zonasi Pal Dua harus berbagi dengan SMPN 9.

Menurutnya, jika zonasi tidak diatur pasti akan ada sekolah yang berkelimpahan murid dan ada SMP Negeri yang sangat kekurangan bahkan berpotensi ditutup.

“Sebenarnya kalau zonasi diatur dengan baik maka akan terjadi pemerataan. Ini harus dibicarakan untuk dievaluasi dan dicari solusinya,” ungkapnya penuh harap.  (Meldi S

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *