Lumowa: Guru-guru Jangan Seperti Jerapah, Monyet,Kuda dan Tikus Kalapa

MANADO,PROSULUT.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Dr Deisy Lumowa, MPd membuka secara resmi penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka  dan assessment nasional berbasis computer tingkat SMP se Kota Manado. Kegiatan ini diikuti oleh 140 Kepala Sekolah dan wakil Kepala Sekola Bidang Kurikulum di BPMP Pineleng yang dilaksanakan di ruangan auditorium Sam Ratulangi selama dua hari, 15-16 September 2022.

“Saya berharap guru guru dan kepala sekolah yang hadir di sini tidak pulang dengan tangan hampa, tetapi membawa sesuatu yang bermanfaat untuk pengembangan Pendidikan di sekolah masing-masing. Materi yang didapat harus disharing kepada guru-guru agar bisa menghasilkan lulusan yang berkualias dan memiliki karakter yang baik,” kata Deisy yang didampingi kepala bidang PSMP Grace Sondakh, M.Pd.

Lumowa merasa bangga karena para guru kini lebih focus pada pengembangan dunia Pendidikan. Ke sekolah focus mengajar dan tidak lagi sibuk dengan bermain gadjed.

“Saya dapati di sekolah sebagian besar guru nampak serius mendiskusikan IKM dengan memanfaatkan aplikasi yang tersedia . Tidak ada alasan tidak punya gadget  karena sertifikasi diberikan untuk pengembangan diri dari guru-guru,” katanya.

Ia menyayangkan banyak guru yang tidak peduli dengan pengadaan laptop/gadjed, tetapi begitu dapat sertifikasi langsung kredit mobil. Ini tidak benar, utamakan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung untuk peningkatan kualitas diri dari guru itu sendiri,” tukasnya mengingatkan.

Deisy lalu menyampaikan beberpa perumpamaan dimana guru jangan seperti jerapah, begitu ada dana BOS lehernya kemana-mana untuk mencari tahu. Bahkan ada yang seperti monyet, suka mengamati lalu mengambil sesuatu/buah pisang lalu dibawa lari kemudian makan sendiri, tidak mau berbagi dengan teman-temannya.

Lebih parah lagi dengan sikap seperti kuda, didepan dia meringkih tertawa, tetapi bagian belakang dia menendang dengan kaki. “Saya berharap guru-guru tidka ada yang seperti jerapah, monyet dan kuda,” ujarnya sembari berharap.

Menururtnya, guru guru harus terus mengembangkan diri mengikuti perkembangan jaman dengan tantangan yang berbeda. “Jadi guru adalah pilihan dan panggilan. Banyak yang terpilih, tetapi belum tentu terpanggil,” imbuhnya.

Kepala Balai Penelitian Mutu Pendidikan, Febry H.J Dien ST.INF.TECH(MAN) mengatakan, guru guru harus memanfaatkan kesempatan yang ada untuk lebih jauh mengenal IKM agar penerapannya di sekolah berjalan lancar. “Saya berharap setelah keluar dari BPMP ada nilai tambah yang diperoleh. Artinya pasti ada perbedaan dengan guru yang belum mengikuti pengautan IKM,” kata Dein.

Dengan mengikuti aplikasi yang ada, akan Nampak kinerja masing-masing guru. “Janghan sampai ada tanda merah karena tidak menguasai aplikasi. Teruslah belajar dan mengembangkan diri. Manfaatkan BPMP dan kami siap melayani setiap pertanyaan dan permintaan penjelasan lewat WA tentang IKM,” ujarnya. (meldi sahensolar/jet)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *