Pertemuan K3S Tuminting Bahas Pengumuman Kelulusan, Serentak Tanggal 8 Jam 10.00 Wita

MANADO, Prosulut.com- Pertemuan K3S Kecamatan Tuminting berlangsung di SDN 26 Manado, Selasa 6 Juni 2023, dihadiri Ketua Kelompok Kerja Pengawas, Naftali Bataa pengurus K3S dan para kepala sekolah.
Forum K3S yang dipimpin Ketua K3S Elizabeth Sumampouw membahas tentang persiapan kelulusan anak kelas 6, ujian sekolah serta hal hal lain yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi para kepala sekolah.
Soal penamatan kelas 6, Elizabeth mengatakan, dilaksanakan pada jam 10.00 wita, agar supaya ada keseragaman. Dan soal penamatan, perlu dilakukan secara hati – hati dan tidak ada pungutan liar.
Namun karena desakan dari para orang dimana anak mereka selama enam tahun menimba ilmu di bangku sekolah dasar, masakan tidak ada acara penamatan.
Namun untuk menghindari adanya pungli, maka pihak sekolah menyerahkan kepda komite untuk mengaturnya. “Para guru dan kepala sekolah tinggal tunggu undangan,” katanya lagi.
Sementara itu Ketua Pokja Pengawas Naftali Bataa mengingatkan kepada para kepala sekolah agar kriteria penamatan siswa harus sama, jangan sampai berbeda antara sekolah satu dengan yang lainnya.
Begitu pula dengan kenaikan kelas harus jelas kriterianya. Kalaupun ada anak yang dipaksakan untuk naik kelas, harus ada catatan khusus sehingga anak tersebut mendpat pembinaan lebih lanjut di kelas yang lebih tinggi.
“Semua memang diberikan kewenangan kepda pihak sekolah baik kelulusan maupun kenaikan kelas. Namun semuanya mengacu pada standar atau kriteria penilaian yang sudah disosialisasikan sebelumnya oleh instansi terkait.
Lebih jauh Bataa mengatakan, terkait dengan persoalan yang terjadi di sekolah, dingatkan untuk diselesaikan dulu di tingkat sekolah. Jika tidak bisa lanjut ke tingkat K3S lalu ke Kepala Bidang dan kadis. Jika persoalan juga tak bisa diselesaikan maka masih ada walikota. Jangan selalu menggunakan media social untuk curhat masalah di sekolah,” tukas Bataa.
Ia menilai, paling banyak menggunakan medsos untuk curhat masalah di sekolah adalah guru guru muda. Karena memang belum matang secara emosinial dan dari segi atitut kurang, berbeda dengan guru guru senior. “Karena mereka yang lebih jago IT, maka segala sesuatu langsung curhat ke medsos,” ungkap Naftali menyayangkan. (mel/jet)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *