SDN 29 Manado Alami Lonjakan Siswa Baru. Wakari: Lulus 11 Masuk 51 Orang

MANADO, PROSULUT.Com – Tahun ajaran baru 2023/2024 sudah dimulai, bahkan MPLS tingkat Sekolah Dasar selama 10 hari berakhir Jumat 21 Juli.
Jumlah siswa baru di setiap sekolah bervariasi, ada yang minim pendaftar, ada juga yang mengalami lonjakan.
SDN 29 Manado dibawah pimpinan Kepsek Djeni Wakari misalnya. Mengalami peningkatan siswa baru sebanyak 51 orang atau dua Rombel.
Jumlah ini mengalami lonjakan dibandingkan siswa yqng lulus hanya 11 orang tetapi yang masuk 51 orang.
“Kami juga kaget dengan animo orang tua membawa anak mereka bersekolah di SDN 29 Manado,” kata Wakari ketika ditemui di kantornya Jumat 21 Juli.
Saat ditemui Wakari sedang senam Sicita bersama dengan ratusan siswa kelas satu hingga enam.
“Setiap hari jumat kami memang melakukan olahraga senam bersama.
“Tetapi sebelumnya didahului dengan ibadah bersama, dimana siswa islam dan keisten dipisah pada ruangan yang berbeda ” ungkap Wakari.
Mantan Kepsek SDN 88 Manado ini mengatakan, lonjakan siswa sudah mulai terjadi tahun tahun sebelumnya. Kelas dua yang diterima tahun lalu daja mencapai 48 siswa.
Belum lagi dengan murid pindahan yang cukup banyak tahun ajaran baru ini karena mengikuti orang tua.
“Banyak siswa pindahan dari luar kota sehingga total siswa SDN 29 Manado mencapai 200 an siswa,” jelas Wakari.
Akibat terjadi lonjakan siswa baru, ruangan guru dipindah ke rumah dinas guru. “Masalah ruangan sudah teratasi dan siswan tinggal mengikuti KBM,” ujarnya.
Pantauan APPM, SDN 29 Manado mengalami perubahan yang signifikan sejak dipimpin Kepsek Djeni Wakari. Diawali dengan
Penataan ingkungan, pembuatan taman bunga serta pengecetan gedung sekolah.
Tak heran saat masuk lingkungan SDN 29, nampak bersih dan indah diipandang. Suasana sejuk dan cerah ceria menambah rasa betah dan nyaman untuk berlama lama di lingkungan sekolah hang berada di Kecamatan Singkil itu.
“Program tahun ajaran baru, kami akan lebih meningkatkan disiplin, semangat belajar anak didik dan memperkuat SDM tenaga pendidik antara lain melalui kegiatan IHT,” kata Wakari seraya menambahkan, tenaga guru wajib meningkatkan kapasitas diri guna mengikuti kemajuan zaman yang berlangsung begitu cepat.
Ditambah lagi dengan kurikulum Merdeka Belajar dimana guru lebih banyak.srbagai fasilitator, harus mempersiapkan diri lewat modul modul sebelum masuk kelas.
Selain itu, pembenahan lingkungan sekolah, ruang kelas dan perbaikan kecil kecilan akan terus dilakukan guna menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi anak didik.
“Kami akan minta dukungan masyarakat lebih khusus orang tua murid untuk menopang program sekolah demi kemajuan anak didik. Karena keberhasilan pendidikan bukan hanya bergantung pada kepala sekolah dan guru, melainkan seluruh stakholder,” pungkas Wakari sembari melempar senyum. (Meldi S)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *