SMPN 2 Manado Bekali Siswa Ubah Sampah Menjadi Multifungsi

SMP 2 Manado Bekali Siswa Ubah Sampah Menjadi Multifungsi 

PROSULUT.COM, MANADO – Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) II Manado, Meytha Meyske Wongkar SPd, membuka workshop ‘Mengubah Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme Multifungsi’, yang dilangsungkan di sekolah tersebut, Senin (06/11/2023).

Workshop dengan tema ‘Gaya Hidup Berkelanjutan’ dan Topik ‘Sampahku Tanggung Jawabku’, melibatkan nara sumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, diwakili Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3).

Meytha dalam sambutannya mengatakan, tujuan digelarnya workshop sebagai langkah untuk mewujudkan program pendidikan nasional, seperti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). 

Dijelaskan Meytha, P5 merupakan proyek dengan melibatkan anak didik berdasarkan kompetensi atau kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang dilandasi pengetahuan serta ketrampilan.

Disebutkan juga kalau workshop tersebut dilakukan untuk menanamkan karakter kepribadian pada setiap siswa berdasarkan nilai – nilai yang termaktub atau tertulis dalam pancasila.

“Setiap siswa kita ajari sejak dini bagaimana mereka dapat mengelola sesuatu yang dianggap tidak bernilai, menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak,” ujar Meytha kepada Prosulut.com, Selasa (07/11/2023).

Salah satunya adalah sampah, dimana menurut Meytha merupakan bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia. Sampah, kata dia, telah menjadi masalah serius sehingga perlu tindakan serius dari setiap individu dalam penanganannya.

Sementara Kepala bidang (Kabid) SPLB3 DLH Kota Manado Lieke Kembuan S.Sos, dalam sambutannya mengatakan, penanggulangan sampah harus melibatkan setiap strata bukannya orang per orang.

Dikatakan Lieke, seiring bertambahnya bisnis di Kota Manado, otomatis mempengaruhi jumlah volume sampah yang dihasilkan. Fenomena tersebut kata dia sulit untuk dihindari, sehingga perlu dicarikan solusi agar sampah yang dihasilkan dapat dieliminir.

“Salah satunya dengan memanfaatkan sampah kulit buah dan sayuran untuk diolah menjadi cairan eco enzyme yang memiliki kegunaan dan manfaat, bagi secara keseluruhan (umum-red) maupun kebutuhan khusus,” kata Lieke.

Dikatakannya, eco enzyme multifungsi tidak hanya berguna bagi penggunaan rumah tangga tapi juga berfungsi sebagai pengganti bahan pembersih kimia, karena dapat membantu membersihkan permukaan, seperti lantai kamar mandi dan dapur.

Sebagai implementasi, para siswa pun diajak dan dipandu cara membuat dan mengubah sampah organik menjadi eco enzyme multifungsi. Terlihat para siswa antusias menekuni tahap demi tahap dengan didampingi guru dan perutusan dari DLH Kota Manado. (jeting)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *