Tangkal Perundungan, SMP Negeri 10 Gelar Roots Day

PROSULUT.COM, MANADO – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Manado menggelar Roots Day atau kegiatan kampanye pencegahan bullying (perundungan), Jumat (17/11/2023). Kegiatan itu merupakan jawaban atas kejadian – kejadian perundungan yang kerap terjadi di lingkup sekolah
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut, menampilkan cerita pendidik yang dinisiasi siswa agen perubahan. Selain cerita, para siswa juga mempertontonkan pertunjukan seni dan dance serta beberapa perhelatan menarik lainnya.
Kepala SMP Negeri 10 Manado, Venny Margaretha Mononimbar, mengatakan, roots day merupakan program kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi (Kemendikbudristek) yang ditelorkan ke semua sekolah.
“Kami mendidik semua siswa untuk selalu bersikap dan berhubungan baik, apakah itu antar sesama siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan masyarakat. Mereka diajarkan untuk menghindari perbuatan – perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” ujar Venny, kepada Prosulut.com.
Namun yang terpenting kata Venny, bagaimana siswa dapat mempraktekkan karakter mereka secara sadar bukan dipaksakan. Dengan begitu, siswa akan memberikan reaksi atau pendapat yang lahir dari diri sendiri.
Sementara kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kota Manado, Steven Tumiwa MPd, dalam sambutannya mengatakan, salah satu indikasi terjadinya perundungan lantaran tidak kerasannya guru berada dalam kelas selama jam pelajaran berlangsung.
“Contohnya, ada guru masuk kelas kemudian keluar dengan meninggalkan tasnya. Masalahnya apa mungkin tas yang akan mengawasi anak – anak dalam kelas. Saya ingatkan kebiasaan seperti segera ditinggalkan karena dapat menciptakan suasana tidak baik,” kata Steven mengingatkan.
Disebutkan Steven, untuk mengantisipasi terjadinya perundungan Kemendikbud telah menerbitkan peraturan Nomor 46 Tahun 2023, yang mewajibkan seluruh sekolah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).
“Untuk suksesnya program ini, tidak hanya guru saja yang terlibat, tapi juga peran orang tua, komite sekolah dan warga sekitar, karena siswa merupakan aset bangsa yang harus terkontrol karakternya,” kata Steven.
Pada kesempatan itu Steven mengingatkan kepala sekolah yang telah membentuk TPPK, segera diaplot ke data pokok pendidikan atau dapodik. Salah satu keuntungan jika TPPK telah teraplot dapat memengaruhi nilai rapor sekolah menjadi lebih baik. (jeting)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *