PROSULUT.com, JAKARTA — Dua inovasi digital milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, resmi meraih status Champion Project dalam ajang internasional WSIS Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pencapaian ini menjadi pengakuan awal atas inovasi digital pendidikan Indonesia di tingkat global.
Rumah Pendidikan merupakan superaplikasi pendidikan nasional yang mengintegrasikan berbagai layanan pembelajaran dalam satu ekosistem digital terpadu untuk mendukung proses belajar yang lebih inklusif dan efisien.
Sementara itu, Anugerah Bug Bounty adalah program keamanan siber berbasis partisipasi publik yang mendorong pelaporan kerentanan sistem secara etis guna memperkuat perlindungan ekosistem digital pendidikan.
Dalam kompetisi WSIS Prizes 2026, tercatat 1.596 proyek dari seluruh dunia bersaing, dengan hanya 360 proyek terbaik yang masuk nominasi di 18 kategori.
Kedua inovasi Indonesia berhasil melaju sebagai Champion melalui dukungan publik yang menghasilkan lebih dari 2,2 juta suara, dengan Rumah Pendidikan di kategori E-Government dan Bug Bounty pada kategori Building Confidence and Security in Use of ICTs.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan transformasi digital pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
Meski telah meraih status Champion Project, kedua inovasi tersebut masih akan melalui tahap penilaian lanjutan hingga penentuan pemenang akhir yang akan diumumkan pada WSIS Forum 2026 di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2026.(*/jet)





