PROSULUT.com, JAKARTA – Komisi X DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap usulan tambahan anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk Tahun Anggaran 2027. Dalam rapat kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, DPR menyetujui pagu indikatif awal sebesar Rp58,24 triliun serta tambahan anggaran belanja dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan dengan total mencapai lebih dari Rp79 triliun.
Tambahan anggaran tersebut diajukan untuk memperkuat berbagai program strategis yang dinilai krusial bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional. Di antaranya program Wajib Belajar 13 Tahun, Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan kualifikasi guru hingga jenjang S-1/D-IV, beasiswa afirmasi dan prestasi, hingga penguatan layanan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan, rancangan anggaran 2027 disusun untuk mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pemerintah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang lebih merata, berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.
Selain peningkatan akses pendidikan, Kemendikdasmen juga akan memperkuat transformasi pembelajaran melalui digitalisasi sekolah, pengembangan pembelajaran mendalam (deep learning), pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (AI), serta pengembangan talenta dan prestasi peserta didik. Program penguatan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat juga menjadi salah satu prioritas yang akan diperluas.
Dukungan terhadap tambahan anggaran datang dari seluruh fraksi di Komisi X DPR RI. Sejumlah catatan strategis turut disampaikan, mulai dari percepatan rehabilitasi sarana pendidikan, pemenuhan tunjangan profesi guru non-ASN, penguatan pendidikan vokasi yang terhubung dengan dunia usaha dan industri, hingga peningkatan investasi di bidang sains dan teknologi.
Persetujuan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan nasional.
Selanjutnya, usulan anggaran tersebut akan dibahas di Badan Anggaran DPR RI sebelum ditetapkan secara final. Jika terealisasi, tambahan anggaran ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru, serta mendorong lahirnya generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global.
Sumber: Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pewarta: PROSulut.com-Jeffry Tulandi.





