Minggu Tanpa Air! Warga Perum G-Wale Lestari 4 Geram, Pertanyakan Kesiapan Pengelola

Posted on

PROSULUT.com,WAREMBUNGAN – Kekecewaan menyelimuti warga Perum G-Wale Lestari-4, Desa Warembungan. Di saat kebutuhan air bersih meningkat untuk keperluan sanitasi dan persiapan beribadah ke gereja, pasokan air justru terhenti akibat mesin pompa mengalami kerusakan, Minggu (5/7/2026).

Menurut keterangan warga, saat menghubungi layanan pengaduan, pihak pengelola BML menjelaskan bahwa mesin pompa rusak dan suku cadang yang diperlukan belum tersedia. Karena kejadian terjadi pada hari Minggu, perbaikan baru diperkirakan dapat dilakukan pada hari Senin karena toko penyedia suku cadang tutup.

“Kami juga rugi karena pelanggan hanya membayar 75 ribu per bulan, sedangkan suku cadang mahal. Kami akan menghubungi atasan kami, apakah akan di setujui,” katanya.

Penjelasan tersebut justru memicu pertanyaan dari warga. Mereka menilai pengelola seharusnya telah mengantisipasi kerusakan dengan menyediakan suku cadang cadangan, terlebih jika mesin pompa memang kerap mengalami gangguan.

“Kalau memang mesin sering rusak, mengapa suku cadangnya tidak disiapkan? Air adalah kebutuhan pokok masyarakat,rugi untungnya perusahaan itu bukan urusan pelangan karena sudah sesuai kesepakatan awal, ujar salah seorang pelanggan dengan nada kecewa.

Warga juga mengungkapkan bahwa gangguan distribusi air bukan pertama kali terjadi. Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas agar pelayanan tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain itu, warga menyoroti adanya ketimpangan antara pelayanan dan kewajiban pelanggan. Menurut mereka, keterlambatan pembayaran iuran segera direspons dengan surat teguran, sementara ketika layanan terganggu, masyarakat justru harus menunggu tanpa kepastian.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, warga berharap pengelola segera melakukan pembenahan, meningkatkan kesiapan teknis, serta menyediakan suku cadang penting agar gangguan serupa tidak terus berulang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola BML mengenai penyebab teknis kerusakan, estimasi pasti normalisasi distribusi air, maupun langkah perbaikan jangka panjang yang akan dilakukan.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *