PROSULUT.com, SANGIHE – Kodim 1301/Sangihe bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang menimpa rumah warga di Lendongan I, Kampung Barangkalang, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (22/7/2026). Longsor yang terjadi sekitar pukul 08.00 WITA akibat hujan berintensitas tinggi itu merusak bagian dapur rumah milik keluarga Nicodemus Areros. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, Babinsa Koramil jajaran Kodim 1301/Sangihe langsung menuju lokasi untuk melakukan peninjauan, berkoordinasi dengan pemerintah kampung, mendata dampak bencana, serta membantu warga membersihkan material longsor yang menimbun bagian rumah. Hasil pendataan kemudian dilaporkan kepada Komandan Kodim 1301/Sangihe sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
Komandan Kodim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazaruddin, mengatakan pengerahan personel dilakukan sebagai bentuk respons cepat TNI AD dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, kehadiran Babinsa di lapangan bertujuan memastikan kondisi warga, mempercepat penanganan awal, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat.

“Begitu menerima laporan, kami langsung memerintahkan Babinsa turun ke lokasi untuk membantu warga dan melakukan langkah-langkah penanganan. Sinergi dengan pemerintah kampung dan instansi terkait menjadi kunci agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat,” ujar Nazaruddin.
Ia menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan longsor dipicu curah hujan tinggi yang membuat kondisi tanah di lereng menjadi labil. Meski kerusakan hanya terjadi pada bagian dapur rumah, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor diminta tetap meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Nazaruddin menegaskan Kodim 1301/Sangihe akan terus memantau perkembangan situasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Ia juga mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah, pohon mulai miring, atau perubahan aliran air, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat untuk meminimalkan risiko.
(Penulis:Yosua Patras)
(Editpr: Jeffry Tulandi)



