Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT Dipercepat, 2.447 Sekolah Kembali Belajar

Posted on

PROSULUT.com, JAKARTA — Pemulihan sektor pendidikan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menunjukkan hasil positif. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan dengan menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 187 satuan pendidikan serta menyediakan 672 Ruang Kelas Sementara (RKS) agar proses belajar mengajar tetap berlangsung di tengah kondisi darurat.

Sebanyak 187 satuan pendidikan menerima bantuan revitalisasi tahap pertama dengan total anggaran Rp50 miliar. Bantuan tersebut mencakup 140 satuan PAUD senilai Rp500 juta, lima SLB sebesar Rp6,45 miliar, dua PKBM dan satu SKB dengan total Rp1 miliar, serta 39 SMK senilai Rp42,2 miliar. Sementara kebutuhan revitalisasi untuk SD, SMP, dan SMA masih dalam proses verifikasi, validasi, dan penghitungan.

Di sisi lain, sebanyak 672 unit RKS telah disalurkan dengan total anggaran Rp3,5 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari 194 RKS PAUD, 12 RKS SLB, 372 RKS SMK, 65 RKS SMP, dan 29 RKS SMA. Kehadiran ruang kelas sementara menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran bagi peserta didik yang sekolahnya belum dapat digunakan secara normal.

Data Kemendikdasmen per 14 September 2026 mencatat 2.447 satuan pendidikan di NTT telah kembali melaksanakan pembelajaran. Sebanyak 487 satuan pendidikan sudah belajar secara normal di ruang kelas, sedangkan 1.960 satuan pendidikan lainnya masih menggunakan fasilitas darurat, mulai dari tenda, ruang terbuka, hingga ruang kelas sementara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan perkembangan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak.

 Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memastikan anak-anak NTT tetap mendapatkan hak pendidikan dan memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, serta meraih cita-cita meski berada dalam situasi pascabencana.

Pemulihan juga dilakukan dari sisi psikososial. Kemendikdasmen telah memberikan pendampingan kepada 75 sekolah dan akan melatih 120 fasilitator nasional serta 1.700 fasilitator daerah untuk mendukung sekitar 51 ribu pendidik dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten terdampak. Selain itu, tenda kelas darurat senilai Rp5,5 miliar telah didistribusikan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Ngada, dan Ende.

Tak hanya sarana pembelajaran, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan awal senilai Rp6 miliar berupa 10.000 paket makanan anak, 1.000 paket sembako, 5.500 school kit, 1.500 family kit, dan 10.000 buku bacaan. Santunan sebesar Rp330 juta turut diberikan kepada peserta didik dan guru yang meninggal dunia maupun mengalami luka akibat gempa.

 Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan layanan pendidikan di NTT terus berjalan hingga kondisi kembali pulih.

Destian Rifki – Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pewarta-Jeffry Tulandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *