PROSULUT.com, TAHUNA — Jemaat GMIST Betlehem Tahuna diajak untuk tidak hanya menikmati berkat Tuhan, tetapi juga terus menjaga hubungan dengan Tuhan sebagai sumber segala berkat.
Pesan tersebut disampaikan Pdt. Onlly Dame dalam khotbah pada Ibadah Minggu III sesi II Jemaat GMIST Betlehem Tahuna, di Gedung Ibadah GMIST Betlehem Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Minggu (20/9/2026).
Ibadah tersebut dipimpin Pdt. Onlly Dame dengan nas pembimbing 2 Korintus 12:9-10 dan pembacaan firman Tuhan dari Hakim-Hakim 6:1-32.
Dalam khotbahnya, Pdt. Onlly Dame mengangkat kisah bangsa Israel yang mengalami penderitaan akibat meninggalkan Tuhan dan melakukan kejahatan di hadapan-Nya.
Dalam kondisi tersebut, bangsa Israel berseru kepada Tuhan memohon pertolongan.
Namun, sebelum memberikan pertolongan, Tuhan mengingatkan bangsa Israel melalui seorang nabi bahwa penderitaan yang mereka alami berkaitan dengan ketidaktaatan mereka kepada Tuhan.
Mereka telah melupakan Tuhan dan berbalik kepada penyembahan berhala.
“Jangan menikmati berkat Tuhan sambil melupakan Tuhan, Sang Pemberi berkat. Jangan hanya mencari Tuhan ketika membutuhkan berkat, tetapi teruslah membangun hubungan dengan Tuhan,” tegas Pdt. Onlly Dame.
Ia menekankan bahwa kehidupan orang percaya tidak seharusnya hanya berorientasi pada berkat yang diterima, tetapi juga pada hubungan yang terus terpelihara dengan Tuhan.
Menurutnya, firman Tuhan juga harus menjadi sarana untuk melakukan introspeksi diri.
Setiap orang diajak untuk berani melihat kekurangan dalam kehidupannya sendiri dan melakukan pembenahan, bukan mencari kesalahan dari penyampaian firman Tuhan.
Kelemahan Bukan Alasan untuk Menyerah
Dalam bagian akhir khotbah, Pdt. Onlly Dame menghubungkan kisah Gideon dalam Hakim-Hakim 6 dengan nas pembimbing dari 2 Korintus 12:9-10.
Ia menyoroti bagaimana kekuatan Tuhan dapat dinyatakan melalui keterbatasan dan kelemahan manusia. Karena itu, kelemahan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerah dalam menjalani kehidupan.
Sebaliknya, keterbatasan dapat menjadi kesempatan bagi manusia untuk semakin menyadari bahwa kekuatan sejati bukan semata-mata berasal dari kemampuan diri sendiri, melainkan dari Tuhan.
Pesan tersebut sekaligus mengajak jemaat untuk tidak melupakan Tuhan ketika berada dalam keadaan baik maupun ketika menerima berbagai berkat dalam kehidupan.
Melalui firman Tuhan, jemaat juga diingatkan untuk meninggalkan segala bentuk penyembahan yang menjauhkan diri dari Tuhan, membangun hubungan yang semakin dekat dengan-Nya, melakukan pembenahan diri, serta menciptakan kehidupan yang berdamai dengan sesama.
Dengan demikian, berkat yang diterima tidak hanya dinikmati sebagai pemberian, tetapi juga menjadi alasan untuk semakin bersyukur, setia, dan membangun kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.
Yosua Patras




