Nasib Revitalisasi SDN 16 dan SD GMIM 12 Manado Terganjal Status Lahan, Harapan Generasi Emas Menanti Kepastian

Posted on

PROSULUT.com, MANADO — Harapan untuk menghadirkan gedung sekolah yang lebih layak dan nyaman bagi peserta didik masih menjadi penantian SD Negeri 16 Manado dan SD GMIM 12 Manado. Meski kedua sekolah telah berdiri selama puluhan tahun dan tetap aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar, rencana mendapatkan bantuan revitalisasi disebut masih menghadapi kendala terkait kejelasan status lahan.

Kondisi tersebut terpantau tim Aliansi Pers Pendidikan Manado (APPM) saat melakukan pemantauan di kedua sekolah yang berada di satu lokasi, yakni Jalan Pingkan Matindas No. 44, Lingkungan 1, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Keberadaan dua sekolah dalam satu lokasi menjadi perhatian karena kejelasan status dan legalitas lahan merupakan bagian penting dalam proses pemenuhan persyaratan bantuan pemerintah.

Padahal, revitalisasi sekolah sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman dan layak bagi peserta didik. Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas kegiatan belajar mengajar serta mendukung program pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, SD GMIM 12 Manado telah berdiri sejak 1959 dan hingga kini masih beroperasi dengan jumlah siswa sekitar 122 peserta didik. Sementara SD Negeri 16 Manado berdiri sejak 1967. Menurut sumber yang dapat dipercaya, jumlah peserta didik SD GMIM 12 saat ini lebih banyak dibandingkan SD Negeri 16.

Persoalan kejelasan lahan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kelayakan kedua sekolah dalam memperoleh bantuan revitalisasi. Di tengah kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan yang semakin mendesak, pihak sekolah tentu berharap ada jalan keluar dan kepastian dari pemerintah sehingga persoalan administratif maupun legalitas lahan tidak menjadi penghambat peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

Sementara itu, sumber dari Dinas Pendidikan Kota Manado melalui bidang SD menyampaikan bahwa kondisi kedua sekolah saat ini masih dalam proses. Pernyataan tersebut membuka harapan bahwa persoalan yang ada masih dapat dicarikan solusi melalui koordinasi antara pihak sekolah, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Kini, harapan peserta didik dan pihak sekolah tertuju pada hadirnya kepastian. Sebab, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman dan bermutu bagi anak-anak yang sedang dipersiapkan menjadi generasi emas Indonesia.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *