PROSULUT.com, TAHUNA — Prestasi membanggakan ditorehkan Sertu Stefanus Takalawangeng, prajurit Kodim 1301/Sangihe, setelah sukses merebut Juara 2 Sangihe Taekwondo Open Championship Bupati Sangihe Cup 2026 yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Membara, Manente, Kecamatan Tahuna, Sabtu (3/10/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian prajurit TNI AD tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga lewat prestasi di bidang olahraga.
Stefanus menunjukkan bahwa disiplin, keberanian, ketekunan dan mental bertanding mampu menjadi kekuatan untuk bersaing sekaligus membawa nama baik satuan.
Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin, S.T., M.I.P., menyambut positif prestasi yang diraih anggotanya tersebut. Ia menilai keberhasilan Stefanus bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan turut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kodim 1301/Sangihe.
“Sebagai pimpinan satuan, tentunya kami merasa bangga atas prestasi yang berhasil diraih Sertu Stefanus Takalawangeng. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa prajurit Kodim 1301/Sangihe memiliki semangat untuk terus mengembangkan kemampuan, bukan hanya dalam pelaksanaan tugas pokok, tetapi juga melalui kegiatan positif di bidang olahraga,” ujar Nazarudin.
Menurutnya, taekwondo bukan hanya soal kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga membentuk karakter seorang prajurit. Latihan yang disiplin dapat meningkatkan kebugaran, keberanian, ketahanan mental sekaligus kemampuan mengendalikan diri ketika menghadapi tekanan pertandingan.
Namun, Nazarudin mengingatkan agar raihan Juara 2 tidak membuat Stefanus cepat berpuas diri. Hasil tersebut harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas latihan menghadapi kompetisi berikutnya.
“Juara 2 merupakan pencapaian yang baik, tetapi masih ada ruang untuk terus berkembang. Saya berharap prestasi ini menjadi pemicu bagi yang bersangkutan untuk lebih giat berlatih, memperbaiki kekurangan, menjaga kondisi fisik, serta meningkatkan teknik dan mental bertanding,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran. Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan sama-sama memiliki nilai bagi seorang atlet selama mampu dievaluasi dan dijadikan pijakan untuk berkembang.
“Setiap pertandingan harus dijadikan pengalaman. Ada kemenangan, ada kekalahan, dan semuanya memberikan pelajaran. Yang paling penting adalah bagaimana seorang atlet mampu mengevaluasi penampilannya, memperbaiki kekurangan, kemudian kembali berlatih dengan lebih baik,” jelasnya.
Nazarudin berharap prestasi Sertu Stefanus dapat menjadi pemantik semangat bagi prajurit Kodim 1301/Sangihe lainnya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan melalui berbagai kegiatan positif.
“Selama kegiatan tersebut positif dan dapat memberikan prestasi, tentu satuan akan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang ada,” ungkapnya.
Ia menegaskan, prestasi di bidang olahraga harus berjalan seimbang dengan tanggung jawab sebagai prajurit. Kemampuan di luar tugas kedinasan justru diharapkan menjadi nilai tambah tanpa mengurangi disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Yang terpenting, setiap prestasi harus tetap dibarengi dengan tanggung jawab sebagai prajurit. Jangan sampai kegiatan olahraga mengurangi disiplin dalam menjalankan tugas.
Justru kami ingin kemampuan tersebut berjalan seimbang dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota TNI,” tegas Nazarudin.
Kepada Stefanus, Nazarudin berpesan agar pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.
“Terus tingkatkan kemampuan, pertahankan disiplin dan semangat juang. Jangan cepat puas dengan hasil yang sudah diperoleh. Jadikan Juara 2 ini sebagai motivasi untuk bekerja dan berlatih lebih keras sehingga ke depan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi serta terus membawa nama baik Kodim 1301/Sangihe,” pungkasnya.
(Yosua Patras)




