304 Calon Kapitalaung Deklarasi Damai, Thungari: Jangan Ada Intimidasi dan Intervensi

Posted on

PROSULUT.com, SANGIHE – Sebanyak 304 calon Kapitalaung dari 117 kampung di Kabupaten Kepulauan Sangihe mendeklarasikan komitmen kampanye damai untuk menyukseskan Pemilihan Kapitalaung Serentak 2026 yang aman, tertib dan demokratis.
Deklarasi tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe, Selasa (6/10/2026), menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2026.

Deklarasi yang mengusung tema “Beda Pilihan Tetap Bersaudara, Mari Bersama Membangun Desa, Damai Dalam Pemilihan Bersatu Dalam Pembangunan” itu dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., Wakil Bupati Tendris Bulahari, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama serta para calon Kapitalaung.

Ketua Panitia Pemilihan Kapitalaung, Athia Kirana Taidi, SSTP, mengatakan deklarasi tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran seluruh calon agar mengedepankan persatuan selama tahapan pemilihan. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh berubah menjadi konflik di tengah masyarakat.

Ia meminta seluruh calon menjalankan kampanye secara santun, jujur, adil dan bermartabat serta menghindari politik uang, penyebaran berita bohong, ujaran kebencian dan provokasi.

“Siap untuk menang, tetapi juga harus siap menerima kekalahan. Pemilihan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi pemenang, melainkan bagaimana kita bersama-sama membangun kampung yang lebih baik,” tegas Athia.

Sementara itu, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa Pemilihan Kapitalaung bukan sekadar ajang mencari peraih suara terbanyak. Pemilihan tersebut, kata dia, merupakan proses menentukan pemimpin yang nantinya memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi pelayanan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat kampung.

“Yang kita cari bukan hanya siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi pemimpin yang mampu bekerja dan menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi pelayanan, pembangunan dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” ujar Thungari.

Thungari juga mengingatkan seluruh calon agar tidak merasa sudah pasti menang. Ia meminta para peserta menjaga ucapan dan sikap selama masa kampanye serta menyampaikan keunggulan masing-masing tanpa menjatuhkan calon lainnya.

“Jangan merasa sudah pasti menang. Segala sesuatu masih mungkin terjadi. Karena itu, saya berpesan kepada semua calon untuk berhati-hati berbicara, menjaga sikap dan menyampaikan kelebihan masing-masing tanpa menjatuhkan calon lain,” ungkapnya.

Yang menjadi penekanan Bupati Thungari adalah agar tidak terjadi intimidasi maupun intervensi dalam proses pemilihan. Ia memastikan pemerintah daerah akan menjaga agar seluruh tahapan berlangsung aman dan memberikan ruang yang adil kepada seluruh calon.

Thungari meminta apabila terdapat oknum yang mengatasnamakan pemerintah daerah untuk mengarahkan dukungan ataupun melakukan intimidasi terhadap calon, hal tersebut segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang.

Selain itu, ia mengingatkan para calon agar tidak memberikan janji berlebihan kepada masyarakat. Setiap program yang ditawarkan dalam kampanye harus mempertimbangkan kemampuan keuangan desa sehingga dapat direalisasikan dan dipertanggungjawabkan ketika calon terpilih.

Dengan 304 calon yang memperebutkan 117 posisi Kapitalaung di 12 kecamatan, Thungari mengingatkan seluruh peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi dua kemungkinan, yakni menang maupun kalah.

“Jangan hanya menyiapkan diri untuk menang. Kesiapan untuk kalah juga penting. Setelah pemilihan selesai, jangan sampai perbedaan pilihan berubah menjadi konflik berkepanjangan,” tegasnya.

Pemungutan suara akan melibatkan 65.103 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) melalui 117 TPS. Komposisi calon terdiri dari 13 kampung dengan satu calon, 49 kampung dengan dua calon, 32 kampung dengan tiga calon, 18 kampung dengan empat calon dan lima kampung dengan lima calon.

Thungari berharap calon yang nantinya terpilih dapat merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik. Sebaliknya, calon yang belum memperoleh kepercayaan masyarakat diminta menerima hasil dengan lapang dada demi menjaga persaudaraan dan pembangunan kampung.

“Jangan ketika terpilih kemudian masyarakat yang berbeda pilihan tidak lagi diperhatikan. Semua masyarakat adalah warga kampung yang harus dilayani secara adil,” pesan Thungari.

(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *