PROSULUT.com, TAHUNA – Perjalanan 21 tahun pelayanan Jemaat GMIST Kendagu Ruata bukan sekadar tentang bertambahnya usia, tetapi menjadi momentum untuk menguji kedewasaan iman melalui tindakan nyata.
Pesan tegas ini disampaikan Pdt. Revo S. Patras, M.Th., saat memimpin ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Jemaat GMIST Kendagu Ruata di gedung ibadah jemaat, Kelurahan Tona 1, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (9/10/2026).
Dalam khotbah yang berlandaskan pembacaan Alkitab Kolose 2:6-10, Pdt. Revo mengingatkan bahwa iman yang bertumbuh tidak cukup diukur dari lamanya seseorang menjadi orang percaya ataupun kesibukannya mengikuti kegiatan gerejawi. Iman harus berakar kuat di dalam Kristus, diwujudkan melalui ketaatan terhadap firman Tuhan, serta tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Ia mengibaratkan kehidupan iman seperti pohon yang membutuhkan akar kuat agar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan dan menghasilkan buah. Karena itu, jemaat diajak terus membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa, pembacaan Alkitab, ibadah, dan ketaatan, sehingga tidak mudah goyah di tengah perubahan zaman.
“Perjalanan 21 tahun bukan hanya menjadi kenangan tentang masa lalu, tetapi juga pijakan untuk melangkah ke masa depan dengan pengharapan di dalam Kristus,” ungkapnya.
Perayaan HUT ke-21 ini turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, yang mengajak jemaat menjadikan momentum pertambahan usia pelayanan sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan, memperbarui komitmen pelayanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Mengacu pada tema “Berakar dan Bertumbuh” yang berlandaskan Kolose 2:6-7, Bulahari menekankan pentingnya menjadikan Kristus sebagai dasar kehidupan.
Menurutnya, pertumbuhan iman harus berjalan seiring dengan perbuatan kasih dan pelayanan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap Jemaat GMIST Kendagu Ruata terus meningkatkan kualitas kehidupan bergereja, menjaga kerukunan, serta menjadi berkat bagi lingkungan sekitar melalui pelayanan yang tulus dan berkelanjutan.
“Teruslah berakar dan bertumbuh di dalam Kristus, menjadi terang bagi dunia serta menjadi berkat bagi semua. Kiranya Tuhan Yesus Kristus menyertai setiap langkah pelayanan jemaat, hari ini, esok, dan selama-lamanya,” tutup Bulahari.
Ibadah syukur tersebut semakin semarak dengan persembahan pelayanan orkes dari Pelka Lansia GMIST Betlehem Tahuna. Penampilan para lanjut usia ini menjadi gambaran bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya dan melayani Tuhan, sekaligus memberikan teladan bagi generasi muda tentang kesetiaan dalam pelayanan.
Rangkaian perayaan juga ditandai dengan pemotongan kue adat tamo sebagai ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan selama 21 tahun, sekaligus simbol kebersamaan jemaat dalam menyongsong masa depan.
Turut hadir Sekretaris Umum Sinode GMIST, Lurah Tona 1 Roy Rogers Mododahi, S.A.P., Lurah Tona 2 Venti Irwan Pandensolang, A.Md., Camat Tahuna Timur Johnny S. A. Gantare, S.Mn., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe Ronald Lumiu, S.H., Kepala Dinas Tenaga Kerja Daerah Femmy Montang, anggota Pelka Lansia GMIST Betlehem Tahuna, serta tamu undangan lainnya.
Melalui perayaan ini, Jemaat GMIST Kendagu Ruata diharapkan tidak hanya bertambah dewasa dalam perjalanan organisasi gereja, tetapi juga semakin kokoh dalam iman, kuat dalam persaudaraan, dan nyata dalam menghadirkan kasih Kristus bagi sesama.
(Yosua Patras)




