PROSULUT.com, MANADO – Ketidakhadiran siswa di sekolah bukan sekadar persoalan absensi, tetapi menjadi alarm bagi orang tua untuk lebih peduli terhadap pendidikan dan masa depan anak. Menyikapi kondisi tersebut, Kepala SD Negeri 55 Manado, Selti Wentian, bersama para wali kelas terus melakukan evaluasi kehadiran siswa serta menelusuri berbagai kendala yang menyebabkan anak tidak aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
Langkah nyata dilakukan dengan meminta wali kelas melaksanakan kunjungan langsung ke rumah (home visit) ketika ditemukan siswa yang bermasalah dengan kehadiran.
Melalui pendekatan ini, pihak sekolah berupaya mengetahui kondisi sebenarnya yang dihadapi anak, sekaligus membangun komunikasi dengan keluarga agar persoalan yang ada tidak berlarut-larut.
Selti Wentian menjelaskan, apabila ditemukan kendala yang cukup berat, dirinya tidak tinggal diam dan akan turun langsung untuk membantu mencari solusi.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Sejumlah siswa yang sebelumnya mengalami masalah kehadiran kini kembali aktif mengikuti pembelajaran setelah pihak sekolah melakukan kunjungan dan pendampingan.
Menurut Selti, salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan kondisi keluarga broken home. Sejumlah anak bahkan hanya bergantung pada pengasuhan oma dan opa.
Kondisi ini membutuhkan perhatian khusus, sebab anak tetap memerlukan pendampingan, pengawasan, dan dukungan keluarga agar persoalan di rumah tidak menghambat pendidikan mereka.
Orang tua diingatkan agar tidak menganggap remeh absensi anak. Ketika siswa mulai sering tidak masuk sekolah, keluarga perlu segera mencari tahu penyebabnya, bukan membiarkan ketidakhadiran terus berulang.
Perhatian terhadap keberadaan anak, pergaulan, dan kegiatan belajarnya menjadi bagian penting dalam memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.
Saat ini, SDN 55 Manado memiliki 369 siswa, sedangkan 357 siswa tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Sebagian siswa yang belum terdaftar merupakan siswa pindahan. Di tengah upaya pembenahan dan pendampingan tersebut, pihak sekolah berharap orang tua semakin proaktif membangun komunikasi dengan guru dan wali kelas. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya dengan menyekolahkan anak, tetapi juga membutuhkan kepedulian nyata keluarga agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar dan masa depan yang lebih baik.




