136 Wisudawan Polnustar Diingatkan Berani Merantau, Pulang Bawa Keunggulan

Posted on

PROSULUT.com, TAHUNA — Sebanyak 136 mahasiswa Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) resmi diwisuda dalam Sidang Terbuka Senat Luar Biasa dalam rangka Wisuda Program Sarjana Terapan dan Diploma Tiga Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus Dies Natalis ke-20 Polnustar, di Auditorium J.E. Tatengkeng, Kamis (10/9/2026).

Momentum dua dekade Polnustar tersebut tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi pendidikan vokasi di Kepulauan Sangihe, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja dan mengembangkan kompetensi.

Dari 136 lulusan yang diwisuda, sebanyak 33 merupakan lulusan Sarjana Terapan Program Studi Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan. Sementara 103 lainnya merupakan lulusan Diploma Tiga dari Program Studi Keperawatan, Teknologi Penangkapan Ikan, Teknologi Budidaya Ikan, dan Sistem Informasi.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari yang hadir dalam kegiatan tersebut berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan ijazah dan indeks prestasi kumulatif (IPK) ketika memasuki dunia kerja.

Menurutnya, kebutuhan dunia kerja saat ini menuntut lulusan memiliki keterampilan, kompetensi, kemampuan komunikasi, membangun relasi, serta karakter yang baik.

“Tidak semua dunia kerja hanya membutuhkan ijazah dan IPK. Ada bidang pekerjaan yang lebih membutuhkan keahlian, skill, kompetensi, kemampuan berbicara, termasuk storytelling. Hal-hal seperti ini sangat penting untuk dikuasai di zaman sekarang,” ujar Thungari.

Ia juga meminta para lulusan memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mencari pengalaman di luar daerah, termasuk membuka peluang bekerja di luar negeri.

Menurut Thungari, keterbatasan lapangan pekerjaan dan industri di Sangihe membuat lulusan perlu memiliki mobilitas dan keberanian untuk mencari pengalaman di daerah lain maupun mancanegara.

“Kalau mendapat kesempatan bekerja di kota-kota besar maupun di luar negeri, manfaatkan untuk mencari pengalaman dan meningkatkan skill. Minimal dalam dua atau tiga tahun, ketika kembali ke daerah, ada sesuatu yang kalian bawa dan bisa menjadi keunggulan dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, lanjutnya, terus berupaya membuka akses kesempatan kerja melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan. Peluang tersebut antara lain mencakup penempatan tenaga kerja di luar negeri, seperti Taiwan dan Jerman, melalui program yang memungkinkan peserta melanjutkan pendidikan sekaligus bekerja.

Thungari juga meminta lulusan yang belum memperoleh pekerjaan agar tidak berkecil hati. Mereka didorong untuk terus meningkatkan keterampilan, aktif mencari informasi melalui Dinas Tenaga Kerja, serta memanfaatkan berbagai peluang kerja yang tersedia.

Selain kesiapan memasuki dunia kerja, Bupati mengingatkan pentingnya kemampuan mengelola pendapatan. Menurutnya, lulusan perlu mulai membangun kemandirian finansial dengan mengatur penghasilan secara bijak sejak memperoleh pekerjaan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah berjuang mendukung pendidikan anak-anak mereka hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

“Saya ingin memberikan penghargaan kepada seluruh orang tua yang telah bekerja keras. Saya tahu tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk menyekolahkan anak sampai jenjang sarjana. Karena itu, keberhasilan hari ini juga merupakan keberhasilan keluarga,” tuturnya.

Polnustar Telah Meluluskan 3.213 Orang

Direktur Polnustar Ferdinand Gansalangi mengatakan, perjalanan 20 tahun Polnustar menjadi bagian dari upaya pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, khususnya di wilayah kepulauan.

Sejak berdiri pada 2006, Polnustar telah meluluskan 3.213 orang yang kini bekerja di berbagai bidang, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

Menurut Ferdinand, angka tersebut menjadi salah satu indikator kontribusi Polnustar dalam menyiapkan tenaga terampil bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Peningkatan mutu pendidikan juga terus dilakukan, salah satunya melalui penguatan kualifikasi akademik tenaga pengajar. Saat ini, enam dosen Polnustar telah bergelar doktor, sedangkan 15 dosen lainnya sedang menempuh pendidikan doktoral di dalam maupun luar negeri, termasuk Australia dan Selandia Baru.

“Empat tahun ke depan kami bercita-cita minimal 40 persen dosen sudah bergelar S3 atau doktoral. Mudah-mudahan bisa melebihi target tersebut,” ujar Ferdinand.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Dr. Maisvin Welenbuntu, S.Kep., Ns., MAN, yang baru menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Menurut Ferdinand, bertambahnya dosen berkualifikasi doktor diharapkan semakin memperkuat kapasitas akademik dan kualitas pembelajaran di Polnustar.

Lulusan Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

Karakter pendidikan vokasi juga terlihat dari sejumlah lulusan yang telah memasuki dunia kerja bahkan sebelum mengikuti prosesi wisuda.

Ferdinand mengungkapkan, lima wisudawan tidak dapat hadir secara langsung karena sedang bekerja di kapal penangkap ikan yang beroperasi di wilayah Samudera Pasifik melalui perusahaan yang bekerja sama dengan Polnustar.

“Anak-anak mereka sekarang ada di kapal penangkap ikan dan mungkin saat ini berada di Samudera Pasifik. Kami mengapresiasi orang tua yang hadir mewakili mereka,” katanya.

Perjalanan Polnustar juga mencatat hubungan antargenerasi. Salah seorang wisudawati, Amanda Akin, merupakan anak dari Melani KMP yang sebelumnya juga tercatat sebagai lulusan Polnustar.

“Dulu ibunya yang kami luluskan, sekarang anaknya yang kami luluskan. Ini hal yang sangat luar biasa dan menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkap Ferdinand.

Memasuki usia ke-20, Ferdinand mengingatkan para lulusan bahwa ijazah dan kemampuan akademik bukan satu-satunya penentu keberhasilan dalam dunia kerja. Menurutnya, lulusan juga membutuhkan daya juang atau grit, kegigihan, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.

“Kesuksesan besar ditentukan tidak hanya oleh bakat, tetapi juga kemampuan seseorang untuk bertahan, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah, meskipun menghadapi kegagalan dan kebosanan,” pesannya.

Dies Natalis ke-20 sekaligus wisuda 136 lulusan tersebut menjadi momentum bagi Polnustar untuk terus memperkuat pendidikan vokasi dan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

Di sisi lain, para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu membawa pengalaman, keterampilan, dan keunggulan baru ketika suatu saat kembali membangun daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thungari juga mengajak seluruh pihak mendoakan agar kondisi cuaca ekstrem serta kebakaran yang sedang terjadi di Sangihe dapat segera berlalu.

(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *