PROSULUT com, WAREMBUNGAN – Suasana penuh khidmat mewarnai ibadah Minggu Sengsara IV di Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) G-WALE Warembungan, Minahasa, Minggu 15 Maret 2026.
Sejak pagi, jemaat berdatangan satu per satu, dengan langkah penuh iman dan hati yang rindu memuliakan Tuhan.
Bagi jemaat GMIM G-WALE Warembungan, beribadah bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan rohani bagi setiap orang percaya.
Kehadiran mereka memenuhi ruang ibadah sebagai wujud syukur dan pengakuan iman.
Ibadah dipimpin oleh Ketua Jemaat, Pendeta Inggrid Kindangen Matheos, M.Th, yang juga dirangkaikan pelayanan Sakramen Baptisan Kudus, menandai kasih dan anugerah Tuhan bagi umat-Nya.
Dalam khotbahnya, Pendeta Inggrid mengambil pembacaan Alkitab dari Injil Markus 14:32–42, tentang pergumulan Yesus di Taman Getsemani. Dengan hangat, ia membuka khotbah.
“Syalom, damai di hati.” Ia mengajak jemaat merenungkan penderitaan Yesus dan makna Minggu Sengsara keempat dalam perjalanan iman.
Pendeta mengingatkan jemaat tentang pergumulan Yesus, yang berdoa kepada Bapa-Nya di tengah penderitaan yang amat berat. “Cawan itu adalah cawan kematian,” ungkapnya, menegaskan betapa besar pengorbanan Tuhan demi keselamatan manusia.
Meski menghadapi penderitaan dan pengkhianatan, Yesus tetap berdoa bagi mereka yang menyalibkan-Nya.
Dari perikop ini, jemaat diajak untuk meneladani keteguhan dalam doa. Seberat apa pun pergumulan hidup, penderitaan manusia tak sebanding dengan penderitaan Tuhan di kayu salib.
Salib menjadi tanda kemenangan dan keselamatan bagi umat manusia.
Pendeta Inggrid juga mengingatkan bahwa sering kali pengikut Kristus jatuh dalam dosa, namun melalui doa yang sungguh-sungguh, kerendahan hati, dan hati yang terbuka kepada Tuhan, umat percaya akan menemukan kekuatan untuk bangkit dan bertahan.
“Kekuatan doa orang benar memampukan kita untuk menghadapi setiap pergumulan hidup,” tegasnya.
Ibadah Minggu Sengsara IV ini menjadi momen refleksi dan penguatan iman bagi jemaat, sekaligus menguatkan komitmen mereka untuk hidup dalam doa, iman, dan kasih, meneladani pengorbanan Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.(jet)





