PROSULUT.com, TAHUNA – Di tengah melemahnya daya beli masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut terus berinovasi agar mampu bertahan. Hal itu dilakukan Fanne, pemilik usaha kuliner di Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Lulusan Program Studi Sistem Informasi Politeknik Negeri Nusa Utara tahun 2017 itu mengaku ilmu teknologi informasi yang dimilikinya menjadi bekal penting dalam mengembangkan usaha. Selain melayani pembelian langsung, sebagian besar penjualannya kini berasal dari layanan pesan antar yang dipromosikan melalui platform digital.
“Walaupun pembeli yang datang langsung tidak banyak, saya tetap bersyukur karena pesanan masih terus ada, terutama melalui layanan pesan antar. Sebagai pedagang, kita harus mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan media sosial untuk berjualan, bukan hanya menunggu pelanggan datang ke tempat usaha,” ujar Fanne saat ditemui di tempat usahanya, Sabtu (4/7/2026).
Usaha ayam geprek yang dirintis sejak Januari 2025 itu berawal dari hobi memasak untuk keluarga. Berbekal resep yang dipelajari melalui media sosial, ia terus bereksperimen hingga menghasilkan cita rasa yang disukai. Respons positif dari teman-temannya membuat Fanne semakin yakin mengembangkan usaha tersebut secara serius.
Menurut Fanne, menjaga kualitas rasa, memilih bahan baku yang baik, dan memberikan pelayanan terbaik menjadi kunci mempertahankan kepercayaan pelanggan. Meski dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku, ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengajak sesama pelaku UMKM untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, serta tidak mudah menyerah menghadapi tantangan ekonomi.(Yosua Patras)




