PROSULUT.com, JAKARTA SELATAN — Dunia pendidikan kembali dibuat tercengang. Sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak menjadi sorotan setelah ditemukan ratusan senjata beserta sejumlah barang yang mengundang tanda tanya besar.
Bukan hanya satu atau dua pucuk. Sebanyak 995 pucuk senjata ditemukan di sebuah ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan kepala yayasan. Di lokasi tersebut juga ditemukan amunisi, berbagai aksesori senjata, hingga alat yang disebut berkaitan dengan pembuatan peluru.
Yang membuat kasus ini semakin menghebohkan, dalam penelusuran berikutnya turut ditemukan barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja serta sekitar 25 keping VCD porno.
Temuan tersebut sontak memunculkan pertanyaan besar, sebenarnya apa yang selama ini tersimpan di balik pintu ruangan yayasan yang lama terkunci itu?
Pihak yayasan menyatakan mereka baru mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut setelah melakukan penataan aset. Bahkan, masih terdapat sejumlah ruangan lain yang disebut dalam kondisi terkunci dan belum seluruhnya dapat diperiksa.
Sementara itu, muncul klaim bahwa sebagian senjata tersebut merupakan perlengkapan yang dahulu dipersiapkan untuk kegiatan olahraga menembak. Namun, Polres Metro Jakarta Selatan membantah adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.
Karena itu, asal-usul, status legal, kepemilikan, serta tujuan penyimpanan ratusan senjata tersebut kini menjadi bagian penting dari penyelidikan aparat.
Kasus ini bukan sekadar soal 995 senjata. Temuan amunisi, barang yang diduga narkotika dan materi pornografi di lingkungan sebuah lembaga pendidikan membuat publik layak mempertanyakan bagaimana barang-barang tersebut bisa berada di sana dan mengapa keberadaannya baru terungkap setelah bertahun-tahun.
Sekolah semestinya menjadi tempat mendidik dan membentuk masa depan generasi muda. Tetapi kini, sebuah pertanyaan besar menggantung, apa sebenarnya yang tersembunyi di balik pintu-pintu yang selama ini tertutup?
Polisi diharapkan mengusut kasus ini secara terang-benderang, termasuk menelusuri siapa pemilik barang-barang tersebut, dari mana asalnya, untuk apa disimpan, serta apakah ada pihak lain yang terlibat.
Publik menunggu satu hal. Jangan sampai 995 senjata itu hanya menjadi angka dalam pemberitaan, sementara misteri di baliknya tetap terkunci.(LWY/*)




