PROSULUT.com, TAHUNA — Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari secara resmi membuka Opening Ceremony Pemilihan Umpik dan Momot Sangihe 2026 di Ballroom Tahuna Beach Hotel, Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna, Rabu (19/8/2026).
Pembukaan tersebut menjadi awal rangkaian Pemilihan Umpik dan Momot Sangihe 2026 yang diikuti 19 finalis terpilih. Para peserta selanjutnya akan menjalani berbagai tahapan seleksi dan pembinaan sebelum memasuki malam final yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Michael Thungari menekankan bahwa keberanian para peserta untuk tampil dan mengikuti seluruh proses pemilihan merupakan sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
“Hari ini, kalian semua sudah menang. Bukan siapa yang akan mendapatkan mahkota atau siapa yang akan mendapatkan selendang. Yang paling penting, dari seluruh anak muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe, kalianlah yang berani berdiri dan hadir di sini,” ujar Thungari.
Menurutnya, keikutsertaan 19 finalis menunjukkan keberanian generasi muda Sangihe untuk maju, mengembangkan kemampuan, sekaligus memperkenalkan potensi diri dan daerah.
Ia meminta para peserta tidak menjadikan ajang tersebut semata-mata sebagai kompetisi untuk memperoleh gelar. Sebaliknya, seluruh rangkaian kegiatan harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar, membangun kepercayaan diri, memperluas persahabatan, serta mengenali potensi dan kekurangan masing-masing.
“Jalani seluruh proses ini dengan jangan takut kalah dan jangan minder. Ikuti setiap tahapan dengan semangat belajar, persahabatan, sportif, dan berikan yang terbaik,” katanya.
Thungari juga mengingatkan bahwa pada malam final nantinya hanya akan ada peserta yang dinobatkan sebagai Umpik dan Momot Sangihe 2026. Namun, menurut dia, pengalaman yang diperoleh selama proses pemilihan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan mahkota, selendang, maupun gelar juara.
“Kalian tentunya akan pulang dengan sesuatu yang lebih besar dari sekadar gelar, selendang, dan mahkota. Kalian akan pulang dengan pengalaman, keberanian, jaringan persahabatan, dan tentunya rasa memiliki terhadap daerah kita, Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tuturnya.
Diminta Tetap Mengingat Daerah Asal
Dalam kesempatan itu, Thungari juga mengajak generasi muda Sangihe untuk tetap menjaga hubungan dengan daerah asal, meskipun kelak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, bekerja di kota-kota besar, maupun mengejar karier hingga tingkat nasional dan internasional.
Ia menegaskan, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuan seseorang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.
“Jangan pernah kehilangan hubungan dengan tanah tempat kita berasal. Mungkin suatu saat kalian kembali bukan sebagai pejabat, bukan sebagai pengusaha, atau bukan sebagai tokoh masyarakat, tetapi sebagai orang yang memiliki kemampuan dan kepedulian untuk memberikan sesuatu bagi daerah yang kita cintai,” ujarnya.
Thungari kemudian mengajak para finalis untuk merenungkan alasan mereka ingin menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut.
“Sesekali berhentilah dan bertanya kepada diri sendiri, untuk apa saya ingin menjadi yang terbaik? Dan kalau suatu hari nama kalian disebut sebagai Umpik dan Momot Sangihe, apa yang ingin kalian tinggalkan untuk Sangihe?” katanya.
Menurutnya, pertanyaan tersebut penting untuk menjadi dasar bagi peserta dalam menjalani seluruh proses pemilihan sekaligus menentukan kontribusi yang akan diberikan setelah terpilih.
Bukan Sekadar Penampilan
Thungari berharap Pemilihan Umpik dan Momot Sangihe 2026 mampu menghasilkan figur yang tidak hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga memiliki karakter, kecerdasan, keberanian, kepedulian, kemampuan berkomunikasi, serta wawasan mengenai potensi daerah.
Umpik dan Momot yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi representasi daerah sekaligus terlibat dalam mempromosikan program pemerintah dan potensi pariwisata Sangihe. Mereka juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Yang nantinya menjadi juara bukan hanya akan menjadi model dari daerah ini, tetapi juga harus bisa turun ke lapangan, mempromosikan program dan kegiatan, membantu mendidik dan mencerdaskan anak-anak muda agar dapat berkembang serta berguna bagi daerah,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Pemilihan Umpik dan Momot Sangihe bukan hanya siapa yang keluar sebagai pemenang pada malam final, tetapi apa yang mampu dilakukan para peserta setelah meninggalkan panggung.
“Pada akhirnya yang paling penting bukan hanya siapa yang akan berdiri di panggung malam final, tetapi apa yang bisa kalian lakukan setelah turun dari panggung,” tegas Thungari.
Diikuti Unsur Forkopimda dan Pemangku Kepentingan
Opening Ceremony tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, M.Tr.Hanla., CRMP., Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin, S.T., M.I.P., Plh. Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin J. Rumongkor, S.H., M.H., serta Ketua Pengadilan Negeri Tahuna Sigit Triatmojo, S.H., M.H.
Hadir pula perwakilan Kejaksaan Negeri Tahuna Jhon Pandalani, S.H., M.H., Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Ny. Cherry S. Thungari-Soeyoenus, S.E., Ketua Panitia Pelaksana Dr. Yopi Thungari, M.Kes., serta Kepala Dinas Kepariwisataan Kabupaten Kepulauan Sangihe Dr. Ir. Sonny Kapal, M.M.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, pembina, orang tua peserta, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap seluruh rangkaian Pemilihan Umpik dan Momot Sangihe 2026 dapat berjalan dengan baik hingga malam final pada 21 Agustus 2026.
Thungari menilai kegiatan tersebut tetap penting sebagai wadah pengembangan generasi muda. Dengan rentang usia peserta sekitar 17 hingga 27 tahun, keberlanjutan program membutuhkan proses regenerasi dan kesiapan anggaran.
Karena itu, ia berharap ajang tersebut terus menjadi ruang bagi generasi muda Sangihe untuk mengembangkan diri, membangun jejaring, mengenal potensi daerah, serta mengambil bagian dalam pembangunan.
“Selamat mengikuti rangkaian Pemilihan Umpik dan Momot Sangihe 2026. Saya percaya seluruh pengalaman selama beberapa hari ini akan menjadi pengalaman yang berharga,” pungkasnya.
(Yosua Patras)




