PROSULUT.com, TAHUNA — Pemilihan Ungke Momo Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2026 tak sekadar menjadi ajang pencarian figur muda berprestasi. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, percaya diri, berwawasan, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Semangat tersebut turut mendapat dukungan dari Kodim 1301/Sangihe. Hal itu terlihat dari kehadiran Dandim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazaruddin, S.T., M.I.P., dalam Opening Ceremony Ungke Momo Sangihe 2026 yang berlangsung di Ballroom Tahuna Beach Hotel, Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA itu turut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, Plh Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin J. Rumongkor, serta sejumlah unsur Forkopimda dan pejabat daerah.
Sebanyak 19 finalis mengikuti rangkaian Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026. Mereka tidak hanya dituntut tampil secara menarik, tetapi juga ditantang menunjukkan kemampuan, wawasan, komunikasi, kepercayaan diri, serta pemahaman terhadap budaya dan potensi Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin menilai ajang tersebut memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun keberanian untuk tampil, berkomunikasi, berprestasi, dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
“Generasi muda adalah bagian penting dari masa depan daerah.
Karena itu, mereka perlu diberikan ruang untuk berkembang, berprestasi, membangun kepercayaan diri dan menunjukkan kemampuan yang mereka miliki,” ujar Nazaruddin.
Ia mengatakan, Pemilihan Ungke Momo dapat menjadi wadah strategis untuk mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, memperluas wawasan kebudayaan, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap daerah.
Bagi Nazaruddin, keberhasilan dalam ajang tersebut tidak semata-mata diukur dari siapa yang berhasil meraih gelar Ungke dan Momo. Proses yang dijalani seluruh peserta justru menjadi bagian penting dari pembentukan mental dan pengalaman.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana proses ini membentuk karakter dan pengalaman bagi seluruh peserta. Mereka harus mampu menjadikan setiap tahapan sebagai pembelajaran,” katanya.
Bukan Sekadar Mahkota dan Selendang
Nazaruddin menekankan bahwa gelar Ungke dan Momo bukan sekadar simbol berupa mahkota dan selendang. Di balik predikat tersebut terdapat tanggung jawab untuk menjadi teladan sekaligus membawa nama baik Sangihe.
Figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda Sangihe dalam memperkenalkan kekayaan daerah, mulai dari budaya, pariwisata, ekonomi kreatif hingga berbagai potensi unggulan Kepulauan Sangihe.
“Ketika mereka terpilih, tentu ada tanggung jawab yang lebih besar. Mereka harus mampu menjadi contoh bagi generasi muda lainnya dan ikut memperkenalkan potensi Sangihe kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Ia pun mengapresiasi keberanian seluruh finalis yang telah berproses dalam ajang tersebut. Menurutnya, keberanian untuk tampil di hadapan publik dan melewati setiap tahapan kompetisi merupakan modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Kodim 1301/Sangihe, lanjut Nazaruddin, memandang pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun sumber daya manusia di daerah.
Karena itu, pengalaman yang diperoleh para finalis diharapkan tidak berhenti setelah pemilihan selesai. Pengalaman tersebut harus menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan, membangun karier, mengembangkan potensi diri, serta mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Harapan kami, siapapun yang nantinya terpilih dapat membawa nama baik Sangihe. Bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga mampu tampil di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkap Nazaruddin.
Opening Ceremony Ungke Momo Sangihe 2026 menjadi awal perjalanan bagi 19 finalis untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Di balik kompetisi tersebut, tersimpan harapan agar lahir figur-figur muda yang bukan hanya mampu menyandang gelar, tetapi juga memiliki karakter kuat, berprestasi, mencintai daerah, dan siap menjadi bagian dari masa depan Sangihe.
(Yosua Patras)




