Bupati Sangihe Tantang Finalis Ungke Momo 2026 Jadi Motor Pariwisata Berkelanjutan

Posted on

PROSULUT.com, SANGIHE — Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., mendorong para finalis Ungke Momo Sangihe 2026 tidak sekadar menjadi duta daerah, tetapi tampil sebagai motor penggerak budaya, lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Thungari saat memberikan pembekalan kepada para finalis melalui materi bertema “Muda Berkarya, Budaya Terjaga, Wisata Berjaya” di Ballroom Tahuna Beach Hotel, Kecamatan Tahuna, Kamis (20/8/2026).

Dalam pembekalan itu, Thungari menekankan bahwa seorang pemimpin tidak diukur dari jabatan yang dimiliki, melainkan dari kemampuannya menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengabaikan kepentingan pihak lain.

“Pemimpin yang sesungguhnya, dia menggerakkan orang lain demi mencapai tujuan bersama,” kata Thungari.

Menurutnya, jiwa kepemimpinan harus dimulai dari diri sendiri melalui disiplin, tanggung jawab, kemampuan mengendalikan emosi dan keberanian mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Kalau IQ dan EQ bisa seimbang, kita akan lebih mudah menghadapi berbagai persoalan dan mengambil keputusan dengan lebih baik,” ujarnya.

Thungari juga meminta para finalis berani keluar dari zona nyaman dengan aktif berorganisasi dan terlibat dalam berbagai kegiatan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi ruang untuk melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, bertanggung jawab serta membangun kepercayaan diri.

Sebagai calon duta daerah, para finalis juga dituntut menguasai public speaking dan storytelling. Kemampuan tersebut dinilai penting agar potensi budaya, masyarakat dan pariwisata Sangihe dapat dikemas menjadi cerita yang menarik dan menjangkau publik lebih luas, terutama melalui media digital.

Thungari kemudian mengaitkan peran generasi muda dengan masa depan pariwisata Sangihe. Menurutnya, daerah kepulauan ini memiliki kekayaan wisata bahari, pantai, lokasi penyelaman, alam serta budaya yang dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.

Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan pariwisata Sangihe tidak dapat hanya mengandalkan potensi alam. Tantangan konektivitas dan aksesibilitas harus diperhitungkan, sementara perencanaan destinasi perlu didukung data mengenai jumlah kunjungan, lama tinggal wisatawan, perputaran ekonomi serta keterlibatan UMKM dan masyarakat lokal.

“Jangan hanya mengejar jumlah orang yang datang. Yang penting adalah bagaimana wisatawan datang, tinggal lebih lama dan memberikan dampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Thungari, wisatawan yang tertarik pada alam, budaya, penelitian maupun kegiatan khusus memiliki peluang tinggal lebih lama sehingga manfaat ekonomi yang diterima masyarakat juga semakin besar. Karena itu, kebijakan pariwisata harus disusun berdasarkan data dan pemetaan potensi yang akurat.

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, masyarakat dan generasi muda agar setiap potensi dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan serta identitas budaya.

Di tengah upaya meningkatkan kunjungan wisata, Thungari juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan destinasi.
Sampah plastik, botol minuman dan limbah lainnya dinilai dapat merusak keindahan kawasan wisata sekaligus mengancam keberlanjutan lingkungan apabila tidak ditangani secara serius.

Karena itu, para finalis Ungke Momo 2026 diharapkan mengambil peran nyata sebagai penggerak budaya, penjaga lingkungan dan promotor pariwisata Sangihe. Mereka juga diminta memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan destinasi, tradisi, aktivitas masyarakat dan berbagai potensi daerah melalui konten kreatif dan positif.

Thungari berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ungke dan Momo Sangihe 2026 tidak berhenti pada gelar dan seremoni.
Predikat tersebut harus menjadi amanah untuk terus berkarya, membangun kolaborasi dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Melalui semangat “Muda Berkarya, Budaya Terjaga, Wisata Berjaya,” pembekalan tersebut menjadi penegasan bahwa masa depan pariwisata Sangihe tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga pada kualitas generasi muda yang mampu menjaga, mengelola dan mempromosikannya secara kreatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan.
(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *