El Nino Sangat Kuat Bertahan hingga Februari 2027, Sangihe Diingatkan Siaga Kekeringan dan Karhutla

Posted on

PROSULUT.com, SANGIHE — Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diwaspadai masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Stasiun Meteorologi Kelas III Naha memprediksi fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung hingga awal Februari 2027.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan curah hujan di wilayah Sangihe berada di bawah kondisi normal dalam beberapa waktu ke depan. Dampaknya tidak hanya terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran pada lahan dan hutan yang mengering.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha-Kepulauan Sangihe, Astrid Yesica Lasut, mengatakan El Nino saat ini masih berada pada kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan bertahan hingga awal Februari 2027, kemudian mulai melemah pada Maret dan secara bertahap kembali menuju kondisi normal.

“Saat ini kondisi El Nino masih dalam intensitas sangat kuat dan kami prediksikan masih berlangsung sampai awal Februari 2027. Kemudian pada Maret mulai menurun hingga kembali ke kondisi normal,” ujar Astrid.

Astrid menjelaskan, pengaruh El Nino menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan dibandingkan kondisi normal.
Kabupaten Kepulauan Sangihe juga berpotensi mengalami dampak serupa.

Untuk kondisi lokal, musim kemarau di Sangihe diperkirakan masih berlangsung hingga dasarian pertama Oktober 2026 atau sekitar pekan pertama Oktober. Pada periode tersebut, peluang hujan masih rendah dengan curah hujan diperkirakan hanya berkisar 0 hingga 50 milimeter per bulan.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu mengantisipasi kemungkinan berkurangnya sumber air bersih. Warga juga diminta menghemat penggunaan air dan menyiapkan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama periode kemarau.
Di sisi lain, lahan dan vegetasi yang semakin kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Jangan membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi lahan dan hutan yang kering meningkatkan risiko terjadinya kebakaran,” tegas Astrid.

Selain kekeringan dan karhutla, masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan mundurnya awal musim hujan. BMKG masih melakukan analisis terkait prediksi musim hujan karena kedatangannya diperkirakan tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah.

Astrid mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi perkembangan cuaca dari BMKG dan melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam mengelola ketersediaan air serta mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Dengan El Nino yang diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027, kewaspadaan masyarakat menjadi penting untuk mengurangi dampak kemarau berkepanjangan terhadap kebutuhan air maupun risiko kebakaran di wilayah Kepulauan Sangihe.
(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *