Kedepankan Pelayanan, Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut Pilih WO Saat Hadapi Bitung

Posted on

PROSULUT.com, MINUT — Mengedepankan pelayanan di gereja, Tim Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut memilih tidak tampil penuh saat dijadwalkan menghadapi Jurnalis Kota Bitung pada putaran kedua Piala Bupati Jane Ganda di Lapangan Inspire Minut, Minggu (13/9/2026) pagi.

Keputusan tersebut diambil karena sebagian besar pemain Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut merupakan pelayan gereja, baik sebagai penatua, diaken maupun pelayan lainnya. Jadwal pertandingan yang berlangsung pada pagi hari bertepatan dengan waktu pelaksanaan ibadah, sehingga tim tidak dapat menurunkan skuad secara lengkap.

Dalam kondisi tersebut, Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut harus menerima hasil walkover (WO) saat menghadapi Jurnalis Bitung.
Sebelumnya, pada putaran kedua turnamen, panitia membagi tim ke dalam dua grup.

Grup D dihuni Sangihe, Warior dan JPK Kota Kotamobagu. Sementara Grup E ditempati Bitung, Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut dan TVRI Manado.

Pertandingan putaran kedua dimulai pukul 08.00 WITA. Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut sendiri mendapat jadwal bermain pada pagi hari, termasuk menghadapi Jurnalis Bitung dan TVRI Manado.

Persoalan jadwal yang bertepatan dengan waktu ibadah kemudian menjadi perhatian dari internal tim.

Menurut salah satu officer Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut, kegiatan olahraga penting, tetapi pelayanan dan ibadah juga merupakan hal yang harus dihormati.

“Kalau memang kegiatan itu jatuh pada hari atau jam kegiatan ibadah, setidaknya panitia harus menunda waktu atau jam main,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan, keputusan tim bukan karena menganggap pertandingan tidak penting, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk tetap mengedepankan pelayanan.

“Bukan soal kalah menang, tetapi kita harus menghargai mana yang harus kita utamakan,” tegasnya.

Selain harus WO melawan Jurnalis Bitung, Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut juga menghadapi TVRI Manado. Dalam pertandingan tersebut, TVRI Manado turun dengan kekuatan penuh dan berhasil mengalahkan Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut dengan skor 3-1.

Meski hasil pertandingan belum sesuai harapan, tim Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut menyatakan tidak kecewa. Pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran, baik bagi tim maupun penyelenggara, agar ke depan penyusunan jadwal pertandingan dapat lebih mempertimbangkan agenda ibadah dan aktivitas penting para peserta.

Bagi Jurnalis Pendidikan Sumikolah Sulut, olahraga bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Ada nilai sportivitas, kebersamaan dan saling menghargai yang harus tetap dijaga.

Mengedepankan pelayanan bukan berarti meninggalkan sportivitas. Sebaliknya, keputusan tersebut menjadi bentuk konsistensi bahwa di tengah kompetisi, ada nilai dan tanggung jawab yang tetap harus ditempatkan sebagai prioritas.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *