PROSULUT.com, MANADO — Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil, S.Pi., M.Env.Mgmt., menggagas pola pembinaan bagi siswa yang dinilai memiliki perilaku kurang baik di lingkungan sekolah melalui olahraga bela diri kempo.
Gagasan tersebut disampaikan Manumpil yang juga merupakan Ketua Umum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sulawesi Utara saat memimpin rapat terbatas bersama Pengurus Inti Perkemi Sulut dan Dewan Sabuk Hitam, Kamis (10/9/2026) malam.
Menurut Manumpil, olahraga bela diri dapat menjadi salah satu instrumen pembinaan karakter generasi muda. Melalui latihan yang terarah, para siswa diharapkan dapat membangun kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan mental, serta kemampuan mengendalikan diri.
“Kita akan mengumpulkan anak-anak sekolah yang pang malawang,” ujar Manumpil.
Ia mengatakan, gagasan tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara. Bahkan, dirinya telah menyampaikan langsung program tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan.
“Saya juga sudah menelepon Kadis Pendidikan, menjelaskan program ini,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Latihan Bela Diri.
Program yang didorong Manumpil ini tidak diarahkan semata-mata untuk mengajarkan teknik bela diri kepada siswa. Lebih dari itu, kempo diharapkan menjadi ruang pembinaan untuk membantu siswa membentuk sikap dan karakter yang lebih positif.
Pendekatan melalui olahraga dipandang dapat memberikan kegiatan yang produktif sekaligus membangun rasa percaya diri dan kedisiplinan siswa.
Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program, Manumpil bersama Pengurus Inti Perkemi Sulut dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke sejumlah dojo.
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung kesiapan dojo, baik dari sisi tempat latihan maupun sumber daya pelatih yang nantinya akan mendukung program pembinaan.
Salah satu dojo yang akan dikunjungi adalah Dojo BGTK (Balai Guru dan Tenaga Kependidikan) Provinsi Sulawesi Utara.
Perkemi Sulut Perkuat Konsolidasi.
Selain membahas program pembinaan siswa, rapat terbatas tersebut juga membahas agenda organisasi Perkemi Sulut hingga akhir 2026.
Pengurus turut membicarakan rencana kerja tahun 2027, termasuk berbagai persiapan menghadapi ajang olahraga bela diri dan prakualifikasi PON XXII.
Rapat tersebut dihadiri jajaran Pengurus Inti dan Dewan Sabuk Hitam Perkemi Sulut.
Dari tingkatan IV DAN hadir Deidy Katili, Susiana Mopangga, Royke Rompas, dan Maruly Baculu. Sementara dari III DAN hadir Bethny Katili, Agus Kodoati, dan Jarl Koagouw.
Hadir pula Dr. Leviane Jackelin Hera Lotulung, M.I.Kom., serta Iwan Ngadiman.
Bagi Manumpil, penguatan pembinaan generasi muda melalui olahraga sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia yang memiliki karakter, disiplin, dan mental yang kuat.
Melalui sinergi Perkemi dan dunia pendidikan, olahraga kempo diharapkan dapat menjadi salah satu sarana alternatif dalam membina siswa agar mampu berkembang secara positif, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.(m17/jet)




