Wabup Tendris Bulahari Duduk Bersama Jemaat GMIST Betlehem, Pesan Persatuan Menggema: Berbeda Peran, Tetap Satu Tubuh

Posted on

PROSULUT.COM, TAHUNA — Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat dengan hadir dan duduk bersama jemaat dalam ibadah Minggu di GMIST Betlehem Tahuna, Minggu (13/9/2026) pagi.

Didampingi Wakil Ketua TP-PKK Kepulauan Sangihe, Ny. Agnes L. P. Bulahari Wakukow, S.E., Wabup Tendris mengikuti seluruh rangkaian ibadah di Gedung Ibadah GMIST Betlehem Tahuna tanpa sekat, menyatu bersama jemaat dalam suasana penuh kebersamaan.

Ibadah tersebut dipimpin Pdt. Conny Merry Dalughu Patimbano, M.Th., dengan nas pembimbing Roma 12:5 dan pembacaan Firman Tuhan dari Roma 12:3-8.

Dalam khotbahnya, Pdt. Conny menekankan pentingnya persatuan dalam kehidupan orang percaya.
Menurutnya, setiap orang telah menerima kasih karunia Tuhan dengan kemampuan, talenta dan tanggung jawab yang berbeda-beda.
Perbedaan tersebut bukan alasan untuk saling merendahkan, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.

Mengacu pada Roma 12:3, jemaat diingatkan untuk tidak memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut dipikirkan, tetapi berpikir menurut ukuran iman yang telah dikaruniakan Tuhan.
Pesan tersebut, kata Pdt. Conny, merupakan panggilan untuk membangun kehidupan dalam kerendahan hati.
Setiap orang memiliki pekerjaan, kemampuan, pengetahuan, keputusan dan tanggung jawab masing-masing, namun seluruhnya harus ditempatkan dalam bingkai iman serta kesadaran bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan.

Dalam kehidupan bergereja, prinsip tersebut tercermin melalui berbagai struktur dan bidang pelayanan. Pengurus jemaat, kelompok pelayanan, ketua, koordinator, sekretaris hingga anggota memiliki fungsi yang berbeda.
Namun, seluruhnya memiliki tujuan yang sama dan saling membutuhkan.

Pdt. Conny kemudian menggambarkan kehidupan jemaat seperti satu tubuh dengan banyak anggota. Mata tidak dapat mengatakan kepada kaki bahwa dirinya tidak membutuhkan kaki.
Begitu pula setiap anggota tubuh tidak dapat berjalan sendiri tanpa keberadaan anggota lainnya.

Karena itu, ia mengingatkan jemaat agar menjauhkan sikap intoleran, merasa diri paling benar maupun menganggap rendah pelayanan orang lain.
Menurutnya, iman kepada Tuhan harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui kasih, kebenaran, keadilan dan kebaikan. Kasih tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan, baik dalam hal-hal sederhana maupun dalam pelayanan yang lebih besar.

Pesan tersebut juga dinilai relevan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Perbedaan peran, latar belakang maupun tanggung jawab seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi bagian dari kekuatan bersama.

“Ketika kita menempatkan Tuhan sebagai yang terutama, kita akan mampu menjaga sikap satu terhadap yang lain. Kita berada dalam satu tubuh, tetapi masing-masing bagian memiliki tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik dan mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan melalui kehidupan bersama,” ujar Pdt. Conny dalam penutup khotbahnya.

Kehadiran Wabup Tendris Bulahari bersama Ny. Agnes dalam ibadah tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat melalui ruang-ruang kebersamaan, termasuk kehidupan keagamaan.

Melalui kebersamaan itu, pesan persatuan menjadi semakin kuat: berbeda peran bukan berarti berbeda tujuan. Setiap orang memiliki tempat dan tanggung jawab masing-masing, tetapi seluruhnya dipanggil untuk berjalan bersama sebagai satu tubuh dalam kasih dan pelayanan.

Yosua Patras

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *