PROSULUT.com, MANADO – Sempat menuai sorotan berbagai pihak, terutama orangtua siswa, akhirnya sebanyak 8 Toilet di SDN 103 Mapanget Kota Manado tanpa septic tank, kini sudah berhasil diperbaiki dan telah digunakan.
Saat mendapat laporan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Manado melalui Tim PPK langsung bergerak cepat mengatasi masalah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Steven Tumiwa, M.Pd, melalui Tim PPK, Fetmi Mamuko langsung mengambil tindakan menyewa tukang untuk menggali dan membangun septic tank di 8 toilet tersebut.

Fetmi Mamuko menjelaskan, ke-8 toilet tersebut sudah dapat digunakan sesuai peruntukkannya.
“Sudah, torang so perbaiki dan so boleh di gunakan,” katanya dengan dialek Manado yang kental.
Menurutnya, toilet tersebut bukan tidak ada septic tank, tetapi tersumbat dengan kotoran pembalut yang di buang orang yang tidak bertangungjawab. Bukan dari pihak staf pengajar ataupun anak-anak, melainkan orang lain yang berada di seputaran lingkungan sekolah.
“Terkadang malam hari ada masyarakat sekitar yang datang megunakan toilet, bahkan pernah ditemukan pakaian dalam yang tertinggal, dalam toilet,” jelasnya.
Sementara Kepala SD Negeri 103 Mapanget, Masye Liou secara terpisah mengakui, kalau toilet tersebut sudah bisa digunakan.

“Soboleh pake. Bahkan torang so kese bersih dan siap untuk merawat seperti barang milik sendiri,” kata Liou.
Tim Aliansi Pers Pendidikan Manado (APPM) sangat mengapresiasi tindak lanjut pihak Disdikbud, namun disayangkan keadaan toilet tersebut sudah tidak ada pintu, tidak ada lampu penerang, bahkan ada empat ruangan toilet tidak terpasang instalasi listriknya.
Hal ini harus menjadi perhatian pihak sekolah agar para peserta didik saat megunakan toilet merasa aman dan nyaman.
“Nyanda guna ada toilet kong nda ada pintu,” ujar salah satu anggota tim APPM saat berkunjung di lokasi tersebut. (jet)




