PROSULUT.com, MANADO – Demi mendukung lingkungan sehat dan menjaga kenyamanan peserta didik, warga serta orang tua siswa mendesak Pemerintah Kota Manado segera mengevaluasi dan memindahkan lokasi penampungan sampah di depan SD Negeri 21 Manado. Bau menyengat yang ditimbulkan dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar, terlebih saat siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (2/11/2026).
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga yang sedang menjemput anaknya di sekolah. Menurutnya, keberadaan tempat sampah di depan sekolah sangat memprihatinkan karena menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu lingkungan, termasuk saat peserta didik menyantap makanan bergizi.
“Ini mengenai kesehatan. Jangan pemerintah memprogramkan hidup sehat, sementara sampah di depan SD Negeri 21 Manado terabaikan,” tegas warga tersebut.
Ia berharap Pemkot Manado segera mengambil langkah nyata dengan mengevaluasi lokasi penampungan sampah agar tidak berada di depan lingkungan sekolah.
Menurutnya, upaya menciptakan kehidupan sehat harus diwujudkan melalui lingkungan yang bersih dan bebas dari gangguan bau sampah.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 21 Manado saat dikonfirmasi menjelaskan, pihak sekolah telah berupaya menghubungi pemerintah kelurahan, terutama kepala lingkungan, untuk menyampaikan persoalan tersebut.
Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan pihak sekolah.
Menurutnya, meski sampah telah diangkut, bau menyengat masih tertinggal dan mengganggu lingkungan sekolah. Kondisi ini semakin dikhawatirkan karena cuaca mulai memasuki musim hujan, sementara suhu panas masih kerap terjadi.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kota Manado segera memberikan perhatian serius melalui evaluasi lokasi penampungan sampah dan penanganan yang lebih optimal.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung program hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta memberikan kenyamanan bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menikmati MBG.




