PROSULUT.com, MANADO — Keterbatasan ekonomi keluarga masih menjadi salah satu tantangan dalam memastikan anak tetap bersekolah. Kondisi tersebut mendorong sebagian anak usia sekolah harus membantu orang tua mencari nafkah, bahkan hingga berisiko malas dan meninggalkan bangku pendidikan. Menyikapi kondisi ini, SD Negeri 75 Manado memperkuat dukungan terhadap program GEMA MAKASE yang digagas Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala SDN 75 Manado, Fonny Rantung, S.Pd, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026). Ia mengatakan, persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya mengembalikan dan mempertahankan anak di sekolah.

Menurut Fonny, pihak sekolah sebelumnya bersama Dinas Pendidikan telah melakukan home visit pada 2024 hingga 2025 untuk menelusuri kondisi anak-anak yang mengalami kendala dalam mengikuti pendidikan. Dari penelusuran tersebut ditemukan adanya anak yang sebenarnya masih berada pada usia sekolah, namun harus membantu orang tua karena kondisi ekonomi keluarga.
“Anak tersebut sebenarnya masih usia sekolah, terlebih masih SD, tetapi karena kondisi ekonomi harus membantu orang tua. Akhirnya anak mulai malas ke sekolah,” ungkap Fonny.

Kondisi inilah yang menurutnya tidak boleh dibiarkan berlarut. Anak-anak yang menghadapi persoalan ekonomi membutuhkan perhatian, motivasi dan pendampingan, bukan justru kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
Fonny mengatakan, melalui GEMA MAKASE, pihaknya kini akan lebih fokus memperkuat kerja sama dengan pemerintah kelurahan dan ketua lingkungan untuk kembali mendata anak usia sekolah yang belum bersekolah ataupun yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan.

“Kami berupaya bekerja sama dengan kelurahan dan ketua lingkungan untuk menopang program pemerintah menuju Manado sejahtera. Kalau masih ada anak usia sekolah yang belum bersekolah, SDN 75 siap menampung untuk dididik,” kata Fonny.
Ia menambahkan, perhatian terhadap anak tidak berhenti ketika mereka sudah berpindah jenjang. Sejumlah anak yang sebelumnya mendapat pendampingan sekolah kini bahkan telah duduk di bangku SMP, namun komunikasi tetap dijaga dengan memberikan motivasi agar mereka tetap setia pada pendidikan, orang tua dan guru.

“Iya, sampai kini masih beri motivasi meski sudah duduk di bangku SMP,” sebut Fonny.
Fonny berharap kolaborasi antara sekolah, orang tua, kelurahan dan ketua lingkungan melalui GEMA MAKASE dapat menjadi kekuatan untuk mencegah anak putus sekolah akibat persoalan ekonomi. Sebab, keterbatasan ekonomi keluarga semestinya tidak menjadi alasan seorang anak kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan dan meraih masa depan.(jet)




