Eliminir Rasa Jenuh, Sjultje Rotasi Wali Kelas


Prosulut.com, MANADO – Untuk mengeliminir rasa jenuh saat berlangsungnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kepala sekolah memiliki kewenangan untuk melakukan perombakan struktur, termasuk rotasi atau perpindahan kerja untuk level perwalian kelas.
Kebijakan itu dilakukan sebagai solusi untuk meningkatkan belajar efektif di lingkup kelas, sehingga proses perolehan ilmu dan pengetahuan yang diberikan guru akan semakin kompleks, termasuk pembentukan sikap dan kepercayaan diri dari setiap peserta didik.
Demikian disampaikan Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 55 Manado, Sjultje Raturandang, M.Pd, menyikapi dilakukannya rotasi tersebut. Menurut dia, rotasi bukanlah bentuk hukuman, melainkan untuk memberikan suasana baru bagi wali kelas, setelah bertahun – tahun berkutat dalam satu lingkup kerja kelas.
“Rotasi dilakukan karena wali kelas tidak pernah berpindah kelas. Saya menginginkan ada sesuatu yang baru dan dapat diterapkan di kelas yang baru. Perlu ada penyegaran, sehingga metode pelajaran yang disampaikan ada perubahan,” ujar Sjultje kepada Prosulut.com, di ruang kerjanya, Rabu (03/07/2024).
Sjultje mengatakan, keuntungan lain yang bisa diperoleh wali kelas pasca rotasi, diantaranya meningkatkan motivasi belajar siswa untuk mendapatkan perolehan nilai tambah.
“Setelah dilakukan penelusuran, ada wali kelas bertahun – tahun namumn tidak pernah dipindahkan ke kelas lainnya. Kenapa wali kelas dirotasi, supaya mereka dapat melakukan hal – hal yang sebelumnya tidak diterima peserta didik,” katanya menjelaskan.
Sedangkan menyangkut keindahan kelas yang menjadi alasan wali kelas menolak dirotasi, Sjultje menegaskan, masalah tersebut bukan alasan, karena pembenahan dapat dilakukan saat mereka diberikan kepercayaan untuk bertangung jawab di kelas baru.
Menyinggung Penerimaan Peserta Didik Baru (PPPB) tahun ajaran 2024/2025, Sjultje yang juga alumni Sekolah Guru Olahraga (SGO) Manado itu, mengatakan, tidak membatasi kuota.
“Kalau memang kuota bertambah tidak masalah, karena SD Negeri 55 Manado, menyisahkan beberapa ruang belajar. Namun untuk tahun ini, kami hanya menargetkan tiga rombongan belajar (Rombel),” katanya. (jet/ing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *