GEMA MAKASE Jadi Gerakan Nyata, SDN 22, 26 dan 47 Manado Gandeng Kelurahan Berburu Anak Putus Sekolah

Posted on

PROSULUT.com, MANADO – Program Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE) terus mendapat dukungan dari satuan pendidikan di Kota Manado. SD Negeri 22, SD Negeri 26, dan SD Negeri 47 Manado bergerak memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kelurahan dan kepala lingkungan untuk mencari anak-anak usia sekolah yang putus sekolah maupun belum pernah mengenyam pendidikan formal.

GEMA MAKASE menjadi momentum untuk memastikan tidak ada anak di Kota Manado yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Melalui kerja sama lintas sektor, sekolah tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga ikut mengambil peran dalam menemukan anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

Kepala SDN 22 Manado, Ingrid U. Paendong, S.Pd., mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan kelurahan dan kepala lingkungan untuk mengidentifikasi anak-anak yang putus sekolah atau belum bersekolah. Pendataan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengembalikan mereka ke bangku pendidikan.

Menurut Paendong, dukungan pemerintah kelurahan dan kepala lingkungan sangat dibutuhkan karena keberadaan mereka dekat dengan masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan dapat diketahui dan ditindaklanjuti bersama pihak sekolah.

Dukungan serupa disampaikan Kepala SDN 26 Manado, Hilda Giombalang, S.Pd. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah sedang melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi peserta didik. Jika ditemukan anak yang putus sekolah, pihaknya akan mengupayakan agar mereka kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Kepala SDN 47 Manado, Fitri Singal, S.Pd., mengatakan pihaknya juga sedang berproses mendukung pelaksanaan GEMA MAKASE. Ia menyoroti persoalan administrasi kependudukan, terutama keluarga yang berdomisili di Manado tetapi masih menggunakan Kartu Keluarga (KK) dari daerah asal, seperti Gorontalo dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pendataan dan koordinasi.

Kolaborasi ketiga sekolah tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan GEMA MAKASE membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, pemerintah kelurahan, kepala lingkungan hingga orang tua. GEMA MAKASE bukan sekadar program pendataan, melainkan gerakan bersama untuk menjemput kembali masa depan anak-anak melalui pendidikan. Dengan demikian, setiap anak yang putus sekolah atau belum bersekolah diharapkan dapat memperoleh kesempatan untuk kembali belajar dan meraih cita-citanya.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *