Lebih dari 700 Anak Putus Sekolah Siap Kembali Belajar Lewat Program PJJ Kemendikdasmen

Posted on

PROSULUT.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan lebih dari 700 Anak Tidak Sekolah (ATS) siap kembali mengenyam pendidikan melalui program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah. Hingga Juli 2026, jumlah tersebut diperoleh setelah proses verifikasi terhadap lebih dari 1.000 calon peserta yang diidentifikasi di berbagai daerah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, dalam kegiatan Coffee Morning bertajuk “Lebih Dekat dengan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Jenjang Pendidikan Menengah” di Jakarta, Kamis (30/7), mengatakan PJJ merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjangkau anak-anak yang selama ini belum memperoleh layanan pendidikan. Menurutnya, penanganan ATS membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak anak dapat kembali bersekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan PJJ dirancang untuk mengakomodasi anak-anak yang terkendala mengikuti pendidikan reguler. Untuk menjaga mutu pembelajaran, Kemendikdasmen menggandeng Universitas Terbuka dan SEAMEO SEAMOLEC, dengan dukungan sekolah induk berakreditasi A, pembelajaran sinkron dan asinkron, serta modul cetak dan digital.

Kemendikdasmen menegaskan akan terus memperluas jangkauan program PJJ di berbagai daerah tanpa mengabaikan kualitas layanan pendidikan. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola, sistem penjaminan mutu, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan berbagai mitra guna memastikan lebih banyak ATS memperoleh akses pendidikan.

Salah satu peserta PJJ, Bagas William, mengaku kembali memiliki harapan setelah sempat berhenti sekolah selama dua tahun akibat kecelakaan yang mengharuskannya menjalani operasi dan pemulihan. Melalui PJJ, ia bertekad melanjutkan pendidikan sekaligus mengejar cita-citanya menjadi wirausaha. Pemerintah berharap program ini menjadi solusi agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu.

Kontributor: Destya Ayu; Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

(Pewarta: Jeffry Tulandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *