PROSULUT.com, WAREMBUNGAN – Pagi yang cerah menyelimuti puncak G-Wale ketika lonceng gereja GMIM G-Wale Warembungan mulai berdentang lembut pada Minggu, 25 Januari 2026. Di bawah sinar mentari yang menghangatkan, jemaat datang dengan langkah tenang dan hati yang terbuka, membawa syukur dan kerinduan untuk bersekutu serta memuliakan nama Tuhan.
Suasana gereja terasa hening dan penuh kekhidmatan. Jemaat duduk dengan tertib, saling menyapa dalam kebersamaan yang sederhana namun sarat makna.
Dentang lonceng menjadi penanda dimulainya ibadah, saat pendeta bersama para majelis jemaat memasuki ruang ibadah dan mengambil tempat sesuai tata gereja.
Ibadah dipimpin oleh Ketua Jemaat, Pendeta Inggrid Kindangen Matheos, M.Th., yang menyapa jemaat dengan hangat dan penuh kasih.
Sapaan tersebut disambut oleh jemaat dengan sukacita, mencerminkan eratnya persekutuan umat Tuhan yang terikat dalam iman dan pengharapan yang sama.
Firman Tuhan yang dibacakan dari 1 Yohanes 2:7–17, dengan perikop Perintah yang Baru, mengajak jemaat untuk merenungkan kembali panggilan hidup orang percaya.
Melalui pemberitaan Firman, ditegaskan bahwa iman tidak berhenti pada ketaatan semata, tetapi harus diwujudkan dalam kesetiaan dan kasih yang nyata. Hidup di dalam Kristus berarti memilih terang dan meninggalkan kegelapan, menjadikan kasih sebagai dasar dalam setiap relasi.
Kasih yang sejati, sebagaimana disampaikan dalam perenungan Firman, tidak berhenti pada mereka yang mengasihi kita, tetapi juga hadir dalam doa bagi mereka yang membenci. Inilah kasih yang memulihkan, menguatkan, dan mempersatukan.
Ibadah ditutup dengan doa syafaat dan penerimaan berkat. Jemaat pun melangkah pulang dengan hati yang damai, membawa terang kasih Kristus untuk dihidupi dan dibagikan dalam kehidupan sehari-hari.(Jet)





