PROSULUT.com, TAHUNA – SD Negeri 1 Tahuna mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berbasis ramah anak. Sebanyak 28 peserta didik baru mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kepala SD Negeri 1 Tahuna, Lipni Sampakang, S.Pd., mengatakan jumlah peserta didik baru tahun ini sesuai ketentuan Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yakni satu rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 28 siswa. Proses penerimaan dilakukan melalui jalur domisili, afirmasi, dan mutasi sesuai aturan yang berlaku.
“Kuota yang diterima sesuai juknis hanya satu rombel berisi 28 siswa. Banyak calon peserta didik yang belum dapat diterima karena seleksi dilakukan melalui jalur domisili, afirmasi, dan mutasi,” ujar Lipni.
Dalam pelaksanaan MPLS, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta nilai kedisiplinan, kebersihan, dan saling menghargai. Sekolah memastikan seluruh kegiatan berlangsung tanpa perpeloncoan, intimidasi, maupun perundungan.
Hari pertama MPLS turut mendapat perhatian melalui Program Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GEMASTER) yang melibatkan Dinas Pendidikan dan perwakilan BKKBN. Program ini bertujuan memperkuat peran orang tua dalam memberikan dukungan dan rasa aman kepada anak saat memasuki lingkungan sekolah baru.
Selain pelaksanaan MPLS, SD Negeri 1 Tahuna juga menyiapkan sejumlah program pengembangan sekolah, mulai dari pembangunan taman baca bersama komite sekolah, penyediaan ruang penitipan anak bagi orang tua yang bekerja, hingga rencana pembentukan koperasi sekolah untuk menyediakan kebutuhan siswa dengan standar yang sama.
Di bidang prestasi, salah satu siswa SD Negeri 1 Tahuna berhasil meraih juara pertama lomba mendongeng tingkat Kabupaten Kepulauan Sangihe dan akan mewakili daerah pada tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Manado. Sekolah juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk puskesmas, kepolisian, serta lembaga kursus bahasa Inggris untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Melalui berbagai inovasi tersebut, SD Negeri 1 Tahuna menargetkan terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, berprestasi, dan mampu membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki dunia sekolah. (Yosua Patras)




