PROSULUT.com, TAHUNA – SD Negeri 1 Tahuna resmi menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Jumat (17/7/2026). Penutupan yang dipimpin Kepala Sekolah Lipni Sampakang, S.Pd., dan dihadiri orang tua peserta didik baru itu menjadi penegasan bahwa keberhasilan pendidikan anak hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga.
Kepala SD Negeri 1 Tahuna, Lipni Sampakang, mengatakan keterlibatan orang tua sejak pembukaan hingga penutupan MPLS merupakan bagian dari komitmen sekolah membangun kemitraan dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Menurutnya, pendidikan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah, melainkan harus dijalankan bersama keluarga agar anak memperoleh dukungan yang utuh sejak awal memasuki dunia pendidikan.
Selama MPLS, peserta didik diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, fasilitas, tata tertib, serta budaya sekolah melalui pendekatan ramah anak. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sekolah menggelar pelepasan atribut MPLS dan menyerahkan sertifikat penghargaan kepada seluruh peserta didik sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan, kedisiplinan, dan partisipasi mereka. “Hari ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar SD Negeri 1 Tahuna,” ujar Lipni.
Perwakilan orang tua murid, Semuel Sahiu, S.Os., mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang dinilai mampu memberikan pengalaman positif bagi anak maupun orang tua. Menurutnya, keterlibatan keluarga melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Hari Pertama Sekolah dan penerapan MPLS Ramah Anak membuat peserta didik lebih percaya diri, merasa diterima, serta siap mengikuti proses belajar di lingkungan yang baru.
Semuel berharap sekolah terus mengedepankan perlindungan, kenyamanan, dan pembentukan karakter peserta didik di samping pencapaian akademik. Ia menilai sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua menjadi kunci menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung anak berkembang serta meraih prestasi di masa depan.
(Yosua Patras)




