PROSULUT com, MANADO – Di tengah berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, kondisi SD Negeri 100 Manado di Kelurahan Karombasan Selatan, Lingkungan IV, justru menyisakan ironi.
Berdasarkan pantauan Aliansi Pers Pendidikan Manado (APPM), sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu bagi puluhan siswa itu hingga kini belum memiliki pagar pembatas, sementara kebutuhan air bersih untuk sanitasi masih harus dipenuhi dengan cara membeli.
Padahal, sekolah yang dipimpin Devries Ruus, S.Pd. ini berdiri di kawasan perbukitan dengan panorama yang indah dan menghadap langsung ke Kota Manado. Sayangnya, keindahan alam tersebut berbanding terbalik dengan kondisi sarana dan prasarana yang masih jauh dari kata memadai.
Ketiadaan pagar membuat lingkungan sekolah dinilai kurang memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peserta didik. Di sisi lain, persoalan air bersih juga belum kunjung teratasi.
Selama beberapa kali pergantian kepala sekolah, kebutuhan air untuk sanitasi tetap harus dipenuhi dengan membeli, sementara distribusi air bersih sering terkendala akibat akses jalan menuju sekolah yang belum memadai.
Padahal, status kepemilikan lahan sekolah telah sah dan dibuktikan dengan sertifikat.
Artinya, persoalan legalitas bukan lagi menjadi hambatan untuk menghadirkan pembangunan fasilitas yang dibutuhkan sekolah.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, para guru tetap menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam mendidik siswa. Kegiatan belajar mengajar berlangsung aktif, bahkan menurut Kepala Sekolah, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SD Negeri 100 Manado masih cukup tinggi. Pihak sekolah pun terus melakukan sosialisasi agar kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tetap terjaga.
APPM menilai kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan. Sekolah sebagai tempat mencetak generasi penerus bangsa seharusnya memperoleh fasilitas dasar yang layak, mulai dari pagar pengaman, ketersediaan air bersih, hingga akses jalan yang mendukung aktivitas pendidikan.
Karena itu, APPM mendesak Kementerian Pendidikan, Pemerintah Kota Manado, serta dinas terkait untuk segera turun tangan. Perhatian nyata terhadap SD Negeri 100 Manado bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk komitmen negara dalam menjamin hak anak-anak untuk belajar di lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat.
Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari semangat guru dan prestasi siswa, tetapi juga dari keberpihakan pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang layak bagi setiap sekolah.(jet)




