PROSULUT.com, MANADO – Jagat pendidikan tinggi di Sulawesi dihebohkan dengan kabar pergantian kepemimpinan di Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT). Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., dikabarkan mendapat mandat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNSRAT, menggantikan Prof. Dr. Ir. Octovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng.
Informasi tersebut mulai beredar luas sejak Senin (3/8/2026) di berbagai grup WhatsApp dosen, senator, alumni, dan sivitas akademika UNSRAT. Pada Selasa (4/8/2026), kabar itu semakin menguat setelah sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa penunjukan tersebut telah disampaikan dalam rapat yang dipimpin Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Menurut informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber di lingkungan UNSRAT, penugasan Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Plt. Rektor disebut akan berlaku efektif mulai Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 00.00 WITA.
Penunjukan itu dikabarkan bertujuan menjaga keberlangsungan roda kepemimpinan dan tata kelola universitas hingga adanya keputusan definitif dari pemerintah.
Prof. Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof. JJ saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026–2030. Guru Besar Ekologi Laut tersebut juga dikenal sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Prof. Octovian B.A. Sompie merupakan Rektor UNSRAT dan Ketua PII Sulawesi Utara.
Meski kabar tersebut telah menjadi pembicaraan luas di lingkungan akademik, hingga berita ini ditulis belum terdapat pengumuman resmi maupun Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dapat dikonfirmasi kepada publik.
Kepala Humas UNSRAT, Max Rembang, saat dikonfirmasi pada Selasa malam menyatakan bahwa hingga saat itu pihaknya belum menerima salinan keputusan resmi dari kementerian maupun dari Rektorat UNSRAT terkait informasi penunjukan Pelaksana Tugas Rektor.
Apabila penunjukan tersebut telah ditetapkan secara resmi, maka Prof. Jamaluddin Jompa akan menjadi figur yang memimpin sementara UNSRAT sembari memastikan seluruh aktivitas akademik, administrasi, dan tata kelola perguruan tinggi tetap berjalan normal.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun Universitas Sam Ratulangi masih dinantikan memberikan pernyataan resmi mengenai informasi tersebut.
Kontributor: Merdeka17.id; (Iwan Ngadiman)
(Pewarta: Jeffry Tulandi)




