PROSULUT.con, MANADO — Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tengah berlangsung di SD Negeri 36 Manado. Meski sejumlah pekerjaan masih berjalan, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilaksanakan dengan menerapkan sistem dua sif, yakni pagi dan siang.
Revitalisasi tersebut merupakan bagian dari program bantuan revitalisasi tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas serta kelayakan fasilitas pendidikan di sekolah.
Kepala sekolah SD negeri 36 Manado Martha Torar menyampaikan, pembagian waktu belajar menjadi dua sif dilakukan sebagai langkah penyesuaian selama pekerjaan revitalisasi berlangsung.
Sebagian peserta didik harus mengikuti pembelajaran pada siang hari agar aktivitas pendidikan tetap berjalan di tengah proses pembangunan.
“Iya, saat ini peserta didik ada yang masuk siang karena ada revitalisasi,” kata Martha saat ditemui di sela-sela kegiatan revitalisasi, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, revitalisasi menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran berbagai aktivitas di lingkungan sekolah.
Selain memberikan fasilitas yang lebih baik bagi peserta didik, perbaikan sarana juga diharapkan dapat menunjang aktivitas tenaga pendidik dan seluruh staf sekolah.
“Revitalisasi sangat penting demi kelancaran aktivitas, baik staf pengajar maupun anak didik,” ujarnya.
Meski harus menyesuaikan jadwal pembelajaran, pihak sekolah tetap berupaya memastikan proses KBM berjalan sebagaimana mestinya. Sistem dua sif diterapkan selama pekerjaan revitalisasi berlangsung sehingga kegiatan belajar peserta didik tetap dapat terlaksana.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Dengan fasilitas yang semakin memadai, proses pembelajaran di SD Negeri 36 Manado diharapkan dapat berlangsung lebih optimal setelah seluruh pekerjaan revitalisasi selesai.




