PROSULUT.com, MANADO – Awal tahun 2026 menjadi momen yang menghangatkan bagi Sulawesi Utara. Di tengah upaya pemulihan berbagai sektor, pariwisata justru melaju kencang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 7.550 kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari melonjak lebih dari 34 persen dibandingkan tahun lalu. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi tanda bahwa kepercayaan dunia terhadap pesona Sulut kembali tumbuh.
Pintu masuk utama melalui Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado kini semakin hidup. Wisatawan dari Tiongkok dan Korea Selatan masih mendominasi, namun perlahan wajah pengunjung semakin beragam, dengan kehadiran wisatawan dari Eropa dan Amerika. Ini menunjukkan bahwa Sulut tak lagi sekadar destinasi regional, tetapi mulai menapaki panggung global.
Di dalam negeri, antusiasme tak kalah terasa. Lebih dari 1,2 juta perjalanan wisatawan nusantara tercatat hanya dalam sebulan. Tak hanya terpusat di Manado, geliat itu merambat ke Minahasa dan Minahasa Utara, menghadirkan denyut ekonomi yang lebih merata. Warung kecil, penginapan lokal, hingga pelaku UMKM ikut merasakan dampaknya pariwisata benar-benar hidup di tengah masyarakat.
Keindahan alam tetap menjadi jiwa utama. Laut biru jernih Taman Nasional Bunaken, udara sejuk di sekitar Danau Tondano, hingga keramahan budaya lokal menjadi alasan wisatawan datang dan ingin kembali. Seiring itu, sektor perhotelan pun perlahan pulih, dengan tingkat hunian dan lama tinggal yang terus meningkat.
Bagi Gubernur Yulius Selvanus, kebangkitan ini adalah awal dari langkah yang lebih besar, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pariwisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi tentang masa depan tentang lapangan kerja, peluang usaha, dan menjaga alam serta budaya tetap lestari. Dari tanah “Nyiur Melambai”, harapan itu kini kembali tumbuh dan menyala.(**)




