PROSULUT.com, MINAHASA – Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Jemaat GMIM G-Wale yang berlokasi di Lestari IV, Wilayah Warembungan, Kabupaten Minahasa, Minggu (28/6/2026).
Mengusung nuansa dekorasi hijau, kuning, dan putih, perayaan diawali dengan ibadah syukur yang diikuti seluruh warga jemaat serta para undangan.
Ibadah syukur dipimpin oleh Pdt. Melki Tamaka, M.Th. dengan pembacaan Firman Tuhan dari Efesus 6:1–9 bertema “Taat dan Kasih.” Dalam khotbahnya, Pdt. Melki menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter serta iman anak di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
Ia mengingatkan bahwa tantangan mendidik anak pada masa kini semakin kompleks, sehingga orang tua dituntut untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, kasih, dan ketaatan kepada Tuhan sejak dini.
Menurutnya, ketaatan bukan sekadar mendengar firman, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak dipanggil untuk menghormati orang tua, sementara orang tua berkewajiban mendidik anak-anak dengan kasih dan tuntunan firman Tuhan. Keluarga yang taat kepada Allah akan menjadi keluarga yang diberkati,” pesannya.
Perayaan HUT turut dihadiri Ketua Jemaat GMIM G-Wale, Pdt. Inggrit Kindangen Matheos, M.Th., para Ketua Wilayah Warembungan, unsur Pemerintah Kabupaten Minahasa, Camat, Hukum Tua, tokoh masyarakat, serta undangan dari berbagai wilayah dan keluarga besar jemaat.
Usai ibadah syukur, seluruh jemaat mengikuti jamuan kasih yang disiapkan secara gotong royong sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama enam tahun perjalanan pelayanan Jemaat GMIM G-Wale.
Rangkaian perayaan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan rohani, di antaranya Lomba Baca Kitab Mazmur bagi kategori Pelsus, P/KB, W/KI, Pemuda dan Remaja, ASM Kelas 4–6, serta Lomba Ucap Indah Mazmur untuk ASM Kelas 1–3. Materi lomba menggunakan bacaan Alkitab Terjemahan Baru 2 (TB2) sesuai kategori peserta.
Perayaan HUT ke-6 ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan jemaat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persekutuan, serta meneguhkan komitmen seluruh warga jemaat dalam hidup taat kepada Tuhan dan melayani sesama dengan kasih.(jet)




