SPMB Ramah 2026/2027 Diluncurkan, Pemerintah Tegaskan Akses Pendidikan Harus Adil dan Transparan

Posted on

PROSULUT.com, MANADO — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya memperkuat sistem penerimaan peserta didik yang lebih adil, transparan, inklusif, dan berintegritas.

Program ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa diskriminasi.

Peluncuran SPMB Ramah ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama lintas kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah di Jakarta.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan penerimaan murid baru berjalan objektif, akuntabel, dan dapat dipercaya publik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa SPMB bukan sekadar proses administratif tahunan, melainkan bagian penting dalam memastikan pemerataan akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Ia menekankan pentingnya sistem yang transparan dan berpihak pada kepentingan peserta didik.

Dukungan juga datang dari DPR RI melalui Wakil Ketua Komisi X, Himmatul Aliyah, yang menegaskan bahwa tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan sekolah akibat sistem seleksi yang tidak adil.

Hal senada disampaikan Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, yang menilai SPMB juga berkaitan erat dengan keadilan sosial dan kepercayaan publik terhadap negara.

Dari unsur penegakan hukum, Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Mantovani, menekankan pentingnya integritas dalam setiap tahapan pelaksanaan SPMB agar bebas dari praktik diskriminasi maupun penyalahgunaan wewenang.

Pemerintah berharap pengawasan lintas lembaga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem ini.

Melalui SPMB Ramah 2026/2027, pemerintah menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan penerimaan murid baru yang lebih bersih, transparan, dan berkeadilan, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan bermutu.(*/jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *