PROSULUT.com, TAHUNA — Semangat melayani Tuhan tidak mengenal batas usia. Hal itu ditunjukkan Persekutuan Pelayanan Kaum Lanjut Usia (Pelka Lansia) Jemaat GMIST Betlehem Tahuna yang turut mengambil bagian dalam Ibadah Minggu IV bersama Persekutuan Jemaat GMIST Galilea Tapuang, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Minggu (27/9/2026).
Ibadah yang dilaksanakan di Gedung Ibadah GMIST Galilea Tapuang tersebut menjadi momentum mempererat persekutuan dan persaudaraan sekaligus memperkuat iman jemaat. Kehadiran Pelka Lansia GMIST Betlehem Tahuna memberikan warna tersendiri, terlebih melalui pelayanan orkes yang dibawakan dalam
rangkaian ibadah.
Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa usia lanjut bukan alasan untuk berhenti berkarya bagi Tuhan.
Sebaliknya, pengalaman dan kematangan iman menjadi kekuatan bagi para lansia untuk terus mengambil bagian dalam pelayanan gerejawi serta menjadi teladan bagi generasi yang lebih muda.
Ibadah dipimpin Pdt. Elvis Salawati, S.Th., dengan nas pembimbing Nehemia 5:19 dan pembacaan Alkitab Nehemia 5:1-19. Dalam khotbahnya, Pdt. Elvis mengajak jemaat meneladani kehidupan Nehemia sebagai sosok pemimpin yang takut akan Tuhan, jujur, terbuka dan bertanggung jawab.
Pdt. Elvis menjelaskan, Nehemia tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi. Ketika melihat rakyat mengalami penderitaan akibat tekanan ekonomi dan tindakan para pemuka yang membebani masyarakat, Nehemia berani mengambil sikap dan menyelesaikan persoalan secara terbuka.
Ia mengajak jemaat untuk menerapkan keteladanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan mengedepankan kejujuran, keadilan, kasih dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting untuk terus diwariskan melalui kehidupan dan kesaksian para lanjut usia.
“Di usia yang indah ini bukan tanda kita berhenti untuk melayani. Justru di masa ini pelayanan semakin murni dan tulus serta semakin berharga di mata Tuhan,” pesan Pdt. Elvis.
Kehadiran Pelka Lansia GMIST Betlehem Tahuna akhirnya bukan sekadar mengikuti ibadah, tetapi menjadi kesaksian bahwa api pelayanan tetap menyala di usia senja. Dengan iman yang semakin matang dan hati yang tulus, kaum lansia terus berkarya, melayani dan menjadi berkat bagi keluarga, jemaat maupun masyarakat. Sebab, takut akan Tuhan menjadi dasar untuk menjalani kehidupan dengan benar dan menjadi berkat bagi sesama.
(Yosua Patras)




